Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Desa Kranggan Banyumas Kaget, Bayi Ditemukan di Musala Al fatah
Bayi laki laki yang ditemukan saat digendong bidan di Puskesmas Pekuncen 1 usai dicek kondisi kesehatannya, Minggu (24/5/2026.(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Warga Desa Kranggan geger setelah menemukan bayi laki-laki baru lahir di serambi Mushola Al Fatah, dibungkus pakaian rapi dan dimasukkan ke dalam tas hitam.
  • Pemeriksaan Puskesmas Pekuncen menunjukkan bayi berusia sekitar dua hari, sehat, serta memiliki tanda lahir dan bekas imunisasi yang menandakan kelahiran di fasilitas kesehatan resmi.
  • Polsek Pekuncen masih menyelidiki identitas orang tua dengan memeriksa CCTV dan saksi sekitar, sementara bayi dirawat stabil di puskesmas dan mendapat perhatian warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyumas, IDN Times – Suasana pagi yang biasa di Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, berubah menjadi gempar pada Minggu (25/5/2026) dini hari. Seorang bayi laki-laki baru lahir ditemukan sendirian di serambi Mushola Al Fatah, hanya dibungkus pakaian rapi dan dimasukkan ke dalam tas hitam.

Sekitar pukul 06.00 WIB, seorang warga yang hendak ke sawah mendengar suara tangis bayi yang cukup keras dari arah mushola. Ia pun langsung mendekat dan terkejut melihat seorang bayi laki-laki tergeletak di serambi. Bayi tersebut langsung dilaporkan ke Ketua RT, kemudian diteruskan ke pemerintah desa hingga Polsek Pekuncen.

Kepala Desa Kranggan, Romli Haryadi, menceritakan bahwa sekitar jam 6 pagi ada warga dari sawah mendengar ada tangis bayi, terus lapor ke RT, RT lapor ke desa. Saya laporkan ke Polsek Pekuncen, terus sekarang sudah dievakuasi di Puskesmas Pekuncen.

"Kondisinya masih sehat, masih nangis, masih utuh dan berpakaian rapi, Bayi tersebut langsung dievakuasi ke Puskesmas Pekuncen 1 untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut, "katanya kepada IDN Times. Senin (25/5/2026).

1. Kronolagi, warga dengar tangisan bayi

Kepala Desa Kranggan, Romli Haryadi sebut sekitar jam 6 pagi warga musholla terkejut saat dengar tangisan bayi, Minggu (24/5/2026).(IDN Times/Foto : Kusworo)

Kepala Desa Kranggan, Romli Haryadi, menceritakan bahwa sekitar jam 6 pagi ada warga dari sawah mendengar ada tangis bayi, terus lapor ke RT, RT lapor ke desa. Saya laporkan ke Polsek Pekuncen, terus sekarang sudah dievakuasi di Puskesmas Pekuncen.

"Kondisinya masih sehat, masih nangis, masih utuh dan berpakaian rapi, Bayi tersebut langsung dievakuasi ke Puskesmas Pekuncen 1 untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut, "katanya kepada IDN Times. Senin (25/5/2026).

Kepala Desa Romli Haryadi juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat. "Apabila ada yang merasa kehilangan putra atau putrinya, ini putra karena cowok, silakan berhubungan dengan kami, Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas,"katanya.

2. Kondisi medis bayi lahir di fasilitas kesehatan

Kondisi bayi yang ditemukan dalam kondisi normal diperkirakan lahir ditempat fasiloitas kesehatan resmi. (IDN Times/Cokie Sutrisno)

Bidan jaga Puskesmas Pekuncen 1, Inga Arianti, menjelaskan kondisi bayi saat diperiksa dalam keadaan bersih dan diperkirakan baru lahir dua hari yang lalu.

"Bayi keadaan bersih, diperkirakan usia baru 1 sampai 2 hari, dengan berat badan 2.560 gram, panjang badan 47 sentimeter, lingkar kepala 32 sentimeter, lingkar dada 30 sentimeter. Jenis kelamin laki-laki, di kaki sudah ada stempel tanda lahir di kaki sama bekas imunisasi hepatitis nol."terangnya.

Menurut Inga, keberadaan stempel tanda lahir dan bekas imunisasi Hepatitis B dosis nol menunjukkan kuat bahwa bayi ini kemungkinan besar dilahirkan di fasilitas kesehatan resmi, bukan di sembarang tempat. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa orang tua bayi mungkin sengaja meninggalkannya setelah melahirkan di rumah sakit atau puskesmas. Bayi yang masih terus menangis ini saat ini masih dirawat di Puskesmas Pekuncen 1 dalam kondisi stabil dan sehat.

3. Polisi masih melakukan pencarian identitas orang tua

Polsek Pekuncen masih terus memburu pelaku poembuangan bayi di Musholla Al Fatah yang terekam CCTV.(IDN Times/Tangkapan layar)

Polsek Pekuncen telah turun langsung melakukan penyelidikan. Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas orang tua atau pihak yang membuang bayi tersebut. Pihak kepolisian sedang memeriksa rekaman CCTV di sekitar mushola serta mencari saksi-saksi tambahan.

Banyak yang prihatin melihat masih adanya kasus serupa di era modern ini. Faktor ekonomi, stigma sosial terhadap kehamilan di luar nikah, hingga ketidaksiapan menjadi orang tua sering kali menjadi pemicu.

Sementara itu, bayi laki-laki yang diberi nama sementara oleh warga ini terus mendapatkan perawatan penuh di puskesmas. Masyarakat desa juga banyak yang datang menjenguk dan memberikan dukungan.

Editorial Team