Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Warga Korban Bencana Dapat Cek Dokter Spesialis dan Trauma Healing

(Ilustrasi trauma healing) Dok.IDN Times/Istimewa
(Ilustrasi trauma healing) Dok.IDN Times/Istimewa
Intinya sih...
  • Layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) diterjunkan langsung ke titik-titik terdampak untuk memberikan penanganan medis menyeluruh.
  • Tim psikolog aktif mengajak anak-anak di pengungsian bernyanyi, bermain, dan meneriakkan yel-yel penyemangat agar trauma akibat bencana tidak membekas secara permanen.
  • Pendidikan tetap jalan, logistik & obat tercukupi, serta percepatan hunian baru menjadi hak warga saat ini menurut Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Purbalingga.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Purbalingga, IDN Times - Harapan baru menyapa para pengungsi di Purbalingga dan Pemalang. Menyadari kondisi kesehatan fisik dan mental warga yang mulai menurun di pengungsian, layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) kini diterjunkan langsung ke titik-titik terdampak untuk memberikan penanganan medis menyeluruh.

Layanan dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo ini tidak hanya fokus pada penyakit fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis warga yang kehilangan tempat tinggal. Berikut adalah tiga pilar layanan yang kini bisa dinikmati masyarakat:

Masyarakat kini tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan serius. Di Desa Serang, Purbalingga, warga mulai mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis penyakit dalam dan dokter umum secara bergilir.

"Kami memberikan penanganan holistik. Selain cek fisik, ada pendampingan pertolongan pertama pada luka psikologis bagi dewasa maupun anak-anak," jelas Psikolog Dita Septi Aryani, Sabtu (31/1/2026).

Bagi anak-anak di pengungsian, rasa cemas seringkali tertutup oleh diam. Tim psikolog bergerak aktif mengajak mereka bernyanyi, bermain, dan meneriakkan yel-yel penyemangat. Langkah ini diambil agar trauma akibat bencana tidak membekas secara permanen dan keceriaan mereka kembali tumbuh meski berada di tenda darurat.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, memastikan bahwa hidup warga tidak boleh terhenti karena bencana. Ada tiga instruksi utama yang menjadi hak warga saat ini:

Pendidikan Tetap Jalan: Jika sekolah rusak, guru akan didatangkan langsung ke pengungsian agar anak-anak tidak ketinggalan pelajaran.

Logistik & Obat Tercukupi: Orang tua diminta segera melapor jika anak mengalami gejala batuk atau pilek agar tidak terjadi penularan massal. Stok pangan dan obat dipastikan aman.

Percepatan Hunian Baru: Pemerintah berkomitmen segera membangun Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga yang rumahnya berada di zona merah atau rusak berat.

"Kebutuhan logistik dan hunian menjadi prioritas kami. Pembangunan rumah bagi warga terdampak akan dipercepat," tegas Luthfi di hadapan para pengungsi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Benahi Kota Tua Jakarta, Rano Karno Belajar dari Kota Lama Semarang

01 Feb 2026, 22:26 WIBNews