Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi buka suara terkait banyaknya warga Kecamatan Randublatung Blora yang ngamuk gara-gara jalan provinsi di wilayah tersebut rusak parah.
Dalam video yang beredar, warga tampak memprotes keputusan Ahmad Luthfi yang dianggap tidak adil dalam mengatur perbaikan jalan raya. Terutama dalam menangani kerusakan Jalan Raya Randublatung.
Luthfi berkata perbaikan Jalan Raa Randublatung sedang dilelang. "Sudah selesai, lagi dilelang. Nantinya akan segera dilakukan pembangunan fisik jalan," akunya.
Ia mengklaim perbaikan Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora segera dilakukan. Pekerjaan yang dianggarkan sebanyak Rp5,276 miliar pada 2026 ini sudah memasuki tahapan lelang.
Sementara itu di tahun 2025, Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng telah megalokasikan anggaran total Rp75 miliar untuk perbaikan jalan provinsi dan kabupaten.
Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menekankan pentingnya kualitas pekerjaan dalam perbaikan jalan. Dia menyoroti agar penanganan tidak dilakukan secara asal-asalan.
Luthfi menekankan, jalan rusak menjadi persoalan prioritas yang mesti segera di selesaikan. Ia tak ingin masyarakat sebagai pengguna jalan terus-terusan mengeluh soal jalan berlubang. Apalagi sampai membahayakan nyawa. Ia menekankan bahwa akhir tahun 2026 harus sudah bisa mengurangi jalan rusak dalam persentase signifikan.
"Prioritas infrastruktur jalan. Di anggaran perubahan nanti kita ubah. Pokir akan direvitalisasi untuk infrastruktur jalan," tegasnya.
Menurutnya, revitaslisasi pokok-pokok pikiran (Pokir) usulan anggaran penting. Alasannya, banyak usulan warga yang menyampaikan permintaan pembangunan jalan di wilayah. Tak hanya di Kabupaten Blora, namun kabupaten dan kota lainya di Jateng juga meminta hal yang sama.
Apalagi di tahun lalu hingga awal tahun 2026, Jateng mengalami musim hujan yang cukup panjang sehingga mempengaruhi penurunan kualitas jalan. "Saat ini masuk kemarau dan kita cek lagi untuk segera perbaikan," ujarnya.
