Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jangan Tunggu Tua! 5 Tips Mencegah Stroke di Usia Muda

ilustrasi perempuan memakai kursi roda (pexels.com/Marcus Aurelius)
ilustrasi perempuan memakai kursi roda (pexels.com/Marcus Aurelius)
Intinya sih...
  • Stroke dapat menyerang usia muda dengan pravelensi 7-15 kasus per 100.000 orang per tahun.
  • Pencegahan stroke pada usia muda melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah.
  • Konsumsi gizi seimbang, menjauhi alkohol dan rokok, serta rutin berolahraga dapat mengurangi risiko stroke.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Buang jauh-jauh anggapan bahwa stroke hanya menyerang kaum lansia. Fakta medis menunjukkan bahwa prevalensi stroke pada usia muda (di bawah 45 tahun) terus meningkat setiap tahunnya. Gaya hidup tidak sehat dan stres tinggi menjadi pemicu utamanya.

Gejala seperti wajah terkulai, bicara pelo, hingga hilangnya keseimbangan bisa menyerang siapa saja secara tiba-tiba. Apakah kamu siap mengambil langkah pencegahan sebelum terlambat? Simak lima tips vital mencegah stroke sejak usia muda berikut ini.

1. Cek kesehatan tubuhmu

ilustrasi cek tekanan darah (pexels.com/Thirdman)
ilustrasi cek tekanan darah (pexels.com/Thirdman)

Sering kali cek kesehatan disepelekan karena alasan tidak ada riwayat sakit atau takut menemukan penyakit tak terduga. Pemeriksaan tekanan darah adalah cek kesehatan yang paling mudah untuk mendeteksi adanya hipertensi (tekanan darah tinggi). Selain itu, kamu perlu mengetahui kadar kolesterol dan gula darah. 

Hipertensi, kadar kolesterol tinggi, dan diabetes melitus adalah penyakit yang tergolong faktor risiko penyakit stroke. Sering kali, kemunculan penyakit tersebut tidak menunjukkan gejala. Kita dapat memeriksakan kesehatan rutin enam bulan sekali. 

2. Terapkan pola makan sehat

ilustrasi makan sehat (pexels.com/Nathan Cowley)
ilustrasi makan sehat (pexels.com/Nathan Cowley)

Apakah kamu termasuk tim makan asal kenyang? Tubuh kita memerlukan kebutuhan gizi yang adekuat. Di era gempuran seblak, minuman boba, dan jajanan tampak lezat lainnya, sebaiknya kita butuh menyaring sesuatu yang dimakan. 

Mari kita terapkan porsi makan 'isi piringku' untuk sekali makan. Komponen isi piringku terdiri atas karbohidrat, protein, sayur dan buah-buahan dengan jumlah seimbang. Pergunakan gula, garam, serta lemak dengan takaran secukupnya. Tak lupa, konsumsi air putih untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

3. Hindari penggunaan alkohol dan rokok

ilustrasi pria minum alkohol (pexels.com/ELEVATE)
ilustrasi pria minum alkohol (pexels.com/ELEVATE)

Pemakaian alkohol dan merokok dalam kurun waktu yang lama akan berdampak buruk bagi kesehatan. Buku berjudul Stroke : Bukan Akhir Segalanya (Cegah dan Atasi Sejak Dini) menyebutkan kita dapat mengurangi risiko stroke dengan meminimalisir konsumsi alkohol. Selain itu, kecanduan minum alkohol berdampak pada gangguan hati. 

Rokok ataupun rokok elektrik perlahan merusak sistem pernapasan. Dilansir dari laman Medical News Today, rokok meningkatkan risiko stroke dengan beragam cara yaitu meningkatkan kolesterol jahat (LDL), meningkat tekanan darah, menurunkan kadar oksigen darah, serta mengentalkan darah. Tidak ada salahnya melakukan pola hidup sehat dengan menjauhi rokok dan alkohol. 

4. Olahraga teratur

ilustrasi perempuan berolahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi perempuan berolahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Siapa yang masih malas olahraga? Lebih memilih duduk bersantai dan scrolling hp di tangan. Berdalih tidak ada waktu ataupun tidak sempat berolahraga, padahal kita memahami olahraga berdampak positif pada tubuh. 

Manfaat olahraga bisa meningkatkan kemampuan otot, menstabilkan tekanan darah, memperkuat jantung dan tulang. American College of Sport Medicine (ACSM) menyarankan olahraga aerobik intensitas sedang dengan durasi 150 menit per minggunya, dibarengi latihan kekuatan dua kali. Yuk, kita mulai olahraga rutin. 

5. Menjaga berat badan

ilustrasi mengukur berat badan (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi mengukur berat badan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Berat badan yang kurang atau berlebih dapat mendatangkan risiko penyakit. Dilansir dari situs Web MD, obesitas termasuk salah satu faktor risiko penyakit stroke. Berat badan seimbang dapat dicapai dengan  menjalani gaya hidup sehat, seperti menghindari stres, lakukan aktivitas fisik, perbanyak istirahat, kurangi makanan tinggi gula dan garam. 

Cara yang sering dipakai untuk memonitor berat badan dengan indeks massa tubuh (IMT). Rumusnya berat badan (kilogram) dibagi kuadrat tinggi badan (meter).

Mengingat angka kasus stroke pada anak muda yang kian mengkhawatirkan, langkah pencegahan dini adalah harga mati. Mulailah berinvestasi pada kesehatanmu hari ini. Dengan memupuk kebiasaan positif sedikit demi sedikit, kamu sedang membangun benteng pertahanan tubuh yang kuat untuk menikmati masa tua yang sehat dan bahagia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest Life Jawa Tengah

See More

Kaki Sering Kesemutan saat Duduk? Atasi dengan 5 Cara Ini

13 Jan 2026, 15:00 WIBLife