Lebaran Tanpa Jarak: Jaringan Kuat, Silaturahmi Hebat

- Fiya belajar memasak lewat YouTube, merasa dimudahkan di era digital
- Sebagai pengguna Indosat, ia merasa tenang dan bebas bereksplorasi dengan jaringan yang stabil dan kuota melimpah
- Yudi sebagai pengemudi ojek online merasa nyaman dengan paket data yang ramah di kantong dan layanan yang bisa diandalkan
Aroma opor ayam menyeruak dari dapur kecil milik Fiya, menyusup ke setiap sudut rumahnya yang terletak di perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Hari itu, Jumat (28/3/2025), sehari menjelang Lebaran—ia tengah sibuk mempersiapkan hidangan istimewa untuk momen yang berarti tersebut.
Bagi ibu satu anak itu, memasak opor ayam bukan sekadar rutinitas, tapi pengalaman pertama yang penuh makna. Untuk pertama kalinya, ia mengambil alih dapur sepenuhnya untuk menyiapkan sajian khas Idulfitri. Selain opor ayam, ia juga memasak sambal goreng hati, membuat ketupat serta camilan seperti kacang goreng, mede, dan emping—menu yang selama ini hanya ia bantu siapkan di tahun-tahun sebelumnya.
Fiya mengaku tidak memiliki banyak koleksi resep andalan. Tapi itu tak pernah menyurutkan semangatnya. Justru, di era digital seperti sekarang, ia merasa lebih dimudahkan. Tanpa ragu, ia menjadikan internet sebagai dapur keduanya. YouTube menjadi teman setia sekaligus tempat ia belajar mulai dari teknik memasak hingga tips-tips praktis lainnya.
“Awalnya bingung juga, tapi ternyata di YouTube banyak banget yang bisa dipelajari. Dari yang gak tahu apa-apa soal opor, jadi bisa masak sendiri,” kata pemilik nama lengkap Ashfiyatul itu sambil tersenyum.
Tinggal di wilayah perbatasan tak membuatnya kesulitan mengakses internet. Sebagai pengguna Indosat, ia merasa tenang dan bebas bebas bereksplorasi karena jaringan yang stabil dan kuota melimpah. Yang terbaru, layanan Super Kuota 300 GB seharga Rp150 ribu yang digunakannya benar-benar menjadi penyelamat.
“Streaming di YouTube lancar banget, padahal di perbatasan. Jaringannya bagus, jadi bisa browsing-browsing cari resep tanpa khawatir kehabisan kuota. Bener-bener membantu saya belajar masak,” tambahnya.
Bagi Fiya, Lebaran tahun ini bukan hanya tentang sajian di meja makan, melinkan keberanian untuk memulai, belajar, dan memberikan yang terbaik untuk keluarga. Dan semuanya bermula dari sebuah pencarian resep di internet—yang kemudian mengubahnya menjadi juru masak andalan di rumah sendiri.
Menjaga Jarak, Menjaga Cinta

Sementara sebagian besar orang—seperti Fiya—bersiap menyambut Lebaran dengan pelukan hangat keluarga, Ahmad Yudi justru harus menelan kenyataan berbeda. Pria kelahiran Purwodadi, Kabupaten Grobogan itu rela merayakan hari kemenangan jauh dari istri dan anak semata wayangnya.
Lebaran, ia habiskan di Cirebon, Jawa Barat—bukan sebagai pemudik, tetapi sebagai pejuang nafkah. Yudi bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ketika orang lain libur, ia tetap harus narik, turun ke jalan demi memastikan dapur di rumah tetap mengepul.
“Ya sedih pasti. Tapi gimana lagi, kerja tetap harus jalan. Anak dan istri saya di Grobogan, saya di sini,” tuturnya pelan.
Rasa rindu kerap datang tanpa aba-aba. Yudi tidak membiarkannya menjadi beban yang mematahkan semangat. Di tengah padatnya lalu lintas kota dan teriknya matahari, ada momen sederhana yang menjadi penyejuk hatinya, yaitu bisa video call bersama keluarga.
“Kalau lagi capek narik, saya berhenti, istirahat sebentar, terus video call. Denger suara anak, lihat wajah istri, rasanya tenaga balik lagi,” aku Yudi.
Meski melakukannya rutin setiap hari, koneksi dan kuota tidak lagi menjadi hal yang perlu dirisaukannya. Maklum, Yudi yang sudah menjadi pengguna Indosat selama lebih dari 10 tahun, merasa nyaman karena paket data yang tersedia dan digunakan ramah di kantong. Lebih dari itu, layanan yang diberikan bisa diandalkan untuk bekerja dan terhubung dengan orang-orang tercinta.
“Kuotanya murah, jaringannya juga stabil. Video call anak istri di desa (Grobogan) sana lancar, gak pernah ngadat. Kuota bisa buat narik (ojek online), juga buat komunikasi sama keluarga. Penting banget buat saya yang jauh dari rumah,” katanya kepada IDN Times, Selasa (1/4/2025).
Koneksi Tanpa Batas

Lebaran selalu menjadi momen paling dinanti banyak orang. Bukan hanya karena hari kemenangan setelah sebulan berpuasa, tapi juga karena momen saatnya untuk kembali—kembali ke kampung halaman, ke pelukan keluarga, dan ke hangatnya kebersamaan.
Meski demikian, di tengah meningkatnya mobilitas dan tantangan geografis, tidak semua orang mendapatkan kesempatan bisa hadir secara fisik. Di situlah peran teknologi mengambil alih. Koneksi internet yang stabil menjadi jembatan emosional, menyatukan mereka yang terpisah oleh jarak, waktu, dan keadaan.
Seperti Yudi, pengemudi ojek online di Cirebon yang tak bisa mudik ke Grobogan, tapi tetap bisa melihat senyum anak dan istri lewat layar ponsel. Atau Fiya, ibu muda yang belajar memasak opor ayam pertamanya lewat YouTube, demi menghadirkan cita rasa hangat Lebaran di meja makan. Keduanya menjadi potret nyata bagaimana jaringan yang kuat mampu menghadirkan kebersamaan—meski secara virtual.
Data ikut memperkuat kisah mereka. Berdasarkan laporan Digital 2024: Indonesia yang dirilis oleh We Are Social dan Kepios menyebutkan, hingga Januari 2024, terdapat 353,3 juta koneksi seluler aktif di Indonesia, yang setara dengan 126,8 persen dari total populasi. Dari laporan yang sama disebutkan, sebanyak 70,9 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan internet untuk berhubungan dengan teman dan keluarga.
Angka tersebut menunjukkan di tengah arus mudik dan silaturahmi yang makin digital, masyarakat masih menggantungkan diri pada internet untuk tetap terhubung satu dengan lainnya, khususnya dengan keluarga.

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memahami hal itu dan mengambil langkah strategis untuk memastikan kelancaran komunikasi digital masyarakat selama Lebaran, terutama di wilayah Jawa Tengah dan DIY—dua daerah yang menjadi magnet mudik dan wisata.
Indosat meningkatkan kapasitas jaringannya di 70 titik keramaian atau point of interest (POI) seperti di Malioboro, Prambanan, Dieng, Tawangmangu, dan Guci. Lalu di Pasar Klewer, Keraton Mangkunegaran, Solo Safari Zoo, Nol Kilometer Yogyakarta, hingga Simpang Lima Semarang.
Tidak hanya destinasi wisata, Indosat juga memperkuat jaringan di rest area jalan tol dan seluruh stasiun, bandara, dan terminal di Jateng DIY. Untuk memastikan kualitas jaringan, Command Center disiagakan di Semarang, Solo, dan Yogyakarta selama periode Lebaran.
“Kami meningkatkan kapasitas di 1.900 BTS di wilayah Jateng, atau sekitar 31 persen dari total BTS di kawasan Jateng-DIY. Kami pastikan pelanggan dapat menikmati layanan stabil untuk silaturahmi, ibadah, maupun aktivitas digital lainnya,” ungkap EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro.
Lebaran kini tak hanya tentang kumpul fisik, tapi juga tentang digitalisasi silaturahmi. Jaringan bukan lagi sekadar layanan teknis—melainkan infrastruktur emosi yang menjadi penghubung, penyambung kasih, dan penguat ikatan. Indosat memastikan, jaringan tidak pernah menjadi penghalang untuk terhubung, justru menjadi penguat makna di Hari Raya.