Comscore Tracker

Sepekan, 29 Keluarga di Semarang Terdampak Longsor hingga Banjir

Angin puting beliung dan hujan deras jadi penyebab bencana 

Semarang, IDN Times - Cuaca buruk yang melanda Kota Semarang selama sepekan menyebabkan bencana seperti tanah longsor, banjir, hingga pohon tumbang di puluhan lokasi di Ibu Kota Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat sebanyak 29 keluarga (KK) terdampak akibat kejadian angin puting beliung dan hujan deras. 

1. Angin puting beliung terjang 10 rumah warga

Sepekan, 29 Keluarga di Semarang Terdampak Longsor hingga BanjirPohon tumbang menimpa rumah warga di Kota Semarang, Rabu (19/1/2022). (dok. BPBD Kota Semarang)

Pada Selasa (11/1/2022), terjadi bencana di Jalan Bugangan Dalam C RT 8 RW 1 Semarang Timur karena angin puting beliung. Sebanyak 10 rumah warga terdampak dengan kerusakan atap rumah terhempas.

"Angin puting beliung telah menerjang 10 rumah warga. Kejadian itu mengakibatkan genteng atau atap rumah warga terhempas. Dari kejadian itu tidak ada korban jiwa," ungkap Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono saat dikonfirmasi, Jumat (21/1/2022).

Kemudian, hujan deras disertai angin kencang puting beliung yang mengguyur Kota Semarang pada Rabu (19/1/2022) juga mengakibatkan bencana. Sebanyak 8 rumah warga di Jalan Batursari 1 RT 4 RW 4 Sawah Besar Gayamsari terdampak.

"Hujan deras disertai angin kencang dengan intensitas lama pada hari Rabu kemarin mengakibatkan atap rumah atau genteng terhempas," tuturnya.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Terjadi Longsor dan Panen Pohon Tumbang di Semarang

2. Tebing longsor makan 2 korban luka-luka

Sepekan, 29 Keluarga di Semarang Terdampak Longsor hingga BanjirAkibat cuaca buruk tebing longsor menimpa rumah warga di Kota Semarang. (dok. BPBD Kota Semarang)

Pada lokasi berbeda di hari yang sama juga terjadi bencana tanah longsor dan pohon tumbang di Kota Semarang.

Winarsono mengungkapkan, telah terjadi tebing longsor di Jalan Delikrejo RT 05 RW 011, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang sekitar pukul 19.00 WIB. Longsoran tebing menimpa tiga rumah warga yang ada di sekitarnya.

"Dari kejadian tersebut, selain kerugian materi juga terdapat dua korban luka-luka. Satu di antaranya mengalami luka berat lantaran tertimpa longsoran tebing dan dinding kamar. Korban tersebut langsung dibawa ke RS Roemani dan saat ini kondisinya kritis, sedangkan satunya mengalami luka ringan," katanya.

Kemudian, juga ada kejadian tebing longsor di Jalan Candisari RT 09 RW 04, Kelurahan Bambankerep, Kecamatan Ngaliyan pada Rabu (19/1/2022) pukul 19.00 WIB. Tebing sepanjang 4 meter dengan tinggi 3 meter longsor hingga menutup akses jalan kampung yang berdekatan dengan rumah warga. Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa.

3. Sungai Gombong Tandang meluapkan sebabkan banjir

Sepekan, 29 Keluarga di Semarang Terdampak Longsor hingga BanjirIlustrasi foto dampak banjir bandang. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

Tidak hanya tanah longsor, banjir juga menerjang Jalan Gombong RT 01 RW 13, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang pada pukul 19.00 WIB. Banjir terjadi karena Sungai Gombong meluap tepatnya di wilayah RT 01 RW 13 Kelurahan Tandang. Kondisi itu mengakibatkan air masuk ke beberapa rumah warga yang tinggal di sekitar sungai.

"Ada tujuh KK dari empat rumah yang terdampak tapi tidak ada korban jiwa. Ketinggian air saat itu 50 sentimeter. Lama genangan yang terjadi sekitar satu jam," ujarnya.

Sementara, selain tanah longsor dan banjir juga ada bencana atap rumah roboh dan pohon tumbang di Kota Semarang. Salah satunya menimpa atap rumah warga milik Baderi di Jalan Depoksari RT 05 RW 07, Kecamatan Tandang, Kelurahan Tembalang.

4. Pohon tumbang tersebar di sejumlah ruas jalan

Sepekan, 29 Keluarga di Semarang Terdampak Longsor hingga BanjirPohon tumbang akibat cuaca ekstrem hujan deras dan angin kencang di Kota Semarang, Rabu (19/1/2022). (dok. BPBD Kota Semarang)

Sedangkan, pohon tumbang juga terjadi di sejumlah ruas jalan antara lain di Jalan Sompok Baru, Jalan Kokrosono, Jalan Sekayu, Jalan Kaligarang, Kelurahan Tambak Aji RT 12 RW 12, Jalan Kalibanteng yang menuju arah Bandara Ahmad Yani.

Kemudian Jalan Kranggan, Jalan Sawojajar 1 RW 2 Krobokan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Citandui Selatan, Jalan Abimanyu, Pasar Dargo, Jalan Genuksari RT 4 RW 10, Jalan Imam Barjo, dan Jalan Gajah Timur Dalam V.

‘’Kejadian tersebut sudah kami tindaklanjuti bersama Disperkim Kota Semarang, PMI, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pihak kelurahan dan kecamatan setempat, serta instansi terkait lainnya,’’ tandasnya.

Baca Juga: Waspada Banjir, Semarang Maksimalkan 119 Pompa, Keruk Sampah di Sungai

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya