Lokasi Rapid Test Corona di Semarang, Ada 10 Ribu Alat Uji COVID-19

Pemkot siapkan anggaran Rp27 miliar tangani corona

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang alokasikan 10 ribu unit alat untuk melakukan rapid test virus corona atau COVID-19 terhadap masyarakat di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

Upaya ini dilakukan untuk mengetahui sejak dini terhadap orang-orang yang telah terinfeksi virus corona jenis baru atau COVID-19 dan melakukan pencegahan agar tidak menular.

Baca Juga: Apakah Rapid Test Virus Corona Efektif? Ini Kelebihan dan Kekurangan

1. Rapid Test untuk warga yang masuk kategori orang dalam pemantauan

Lokasi Rapid Test Corona di Semarang, Ada 10 Ribu Alat Uji COVID-19Peralatan rapid test corona yang disiapkan oleh Pemprov Jawa Timur. IDN Times/Fitria Madia

Wali Kota Semarang Hendar Prihadi mengatakan untuk pelaksanaan rapid test akan diperuntukkan bagi warga Semarang yang masuk dalam kategori sebagai orang dalam pemantauan.

Secara teknis, menurut dia, tes akan dilakukan oleh Rumah Sakit Wongsonegoro dengan alokasi sebanyak 2.480 orang dan oleh dinas kesehatan sebanyak 7.920 orang.

2. Langkah Awal dan cepat mengidentifikasi penularan corona

Lokasi Rapid Test Corona di Semarang, Ada 10 Ribu Alat Uji COVID-19pexels.com/Polina Tankilevitch

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Wongsonegoro Semarang Susi Herawati menjelaskan, rapid test merupakan langkah awal cepat untuk mengidentifikasi penularan corona.

Menurut dia, tes ini menggunakan pemeriksaan sampel darah dan usapan tenggorokan yang selanjutnya dikirim ke laboratorium.

"Kalau hasil tesnya negatif, 7 hingga 10 hari kemudian akan kami tes lagi untuk memastikan tetap negatif atau ada perubahan," katanya.

3. Siapkan anggaran Rp27 Miliar untuk penanganan COVID-19

Lokasi Rapid Test Corona di Semarang, Ada 10 Ribu Alat Uji COVID-19Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (tengah). IDN Times/Dhana Kencana

Hendi mengatakan pelaksanaan rapid diagnostic test tersebut akan dibiayai APBD.

Menurut dia, Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp27 miliar untuk berbagai kegiatan dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

"Sumbernya dari alokasi dana tak terduga dan pergeseran pos-pos di APBD," katanya.

Selain untuk pelaksanaan rapid test, kata dia, anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembelian peralatan medis, cairan disinfektan, alat pelindung diri, serta kapsul evakuasi.

Baca Juga: Dokter Handoko Gunawan ke Ganjar, Kondisi Wabah COVID-19 Situasi Buruk

Topik:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya