11.222 Hektare Lahan Padi se-Jateng Diterjang Banjir, 60,2 Hektare Puso

Semarang, IDN Times - Tak kurang 11.222.5 hektar lahan padi yang tersebar di 12 kabupaten/kota Jawa Tengah terendam banjir selama cuaca ekstrem melanda Januari 2025 kemarin.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (BPTPHP) Jawa Tengah, dari total ribuan hektare lahan yang kebanjiran tersebut, sebagian areal dinyatakan mengalami gagal panen alias puso.
1. Sebagian lahan padi gagal panen

Kepala BPTPHP Jawa Tengah, Herawati mengungkapkan lahan padi yang dipastikan mengalami puso sebarannya ada di Kabupaten Brebes seluas 15 hektare, Kabupaten Pekalongan seluas 31,7 hektare dan Kabupaten Batang seluas 13 hektare.
"Total luas puso sebesar 60,2 hektare. Dengan rincihan Brebes 15 hektare, Kabupaten Pekalongan 31,7 hektare dan Batang ada yang puso 13 hektare," ungkap Hera kepada IDN Times, Senin (3/2/2025).
2. Produksi padi drop 40 persen

Lebih jauh, diakuinya memang cuaca ekstrem yang melanda Jawa Tengah telah mempengaruhi produksi padi di sejumlah kawasan lumbung padi. Pasalnya, adanya peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat telah menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir.
Sehingga, berdasarkan data yang telah dikumpulkan oleh pihaknya, saat ini muncul gangguan pada pertumbuhan tanaman pangan.
"Dan juga penurunan produksi 30--40 persen," tutur Hera.
3. Daftar lahan padi yang terendam banjir

Menurutnya dampak banjir bandang yang beberapa hari lalu terjadi sudah merendam lahan padi 12 kabupaten/kota.
Secara rinci lahan padi yang terendam banjir di Kabupaten Grobogan seluas 7013 hektare, di Kabupaten Demak ada 1047 hektare, di Kabupaten Kendal ada 1025 hektare, di Kabupaten Kudus ada 939 hektare, Kabupaten Sragen ada 608 hektare, di Kabupaten Klaten ada 451 hektare, di Kabupaten Semarang ada 55 hektare, di Kabupaten Pekalongan ada 41,2 hektare, di Kabupaten Pati ada 15 hektare, di Kabupaten Batang ada 14 hektare, di Kabupaten Brebes ada 9,5 hektare dan Kota Pekalongan ada 4,1 hektare.
"Berdasarkan informasi BMKG bahwa Jawa Tengah pada bulan Januari 2025 mengalami curah hujan menengah sampai tinggi," jelasnya.
4. Lahan jagung, bawang dan kedelai juga dinyatakan puso

Tak cuma berdampak pada lahan padi saja, pihaknya juga mendata sebanyak 751,6 hektar lahan jagung juga terkena banjir. Rinciannya ada 1 hektare di Kabupaten Batang dan 0,4 hektare lahan jagung di Kabupaten Brebes.
Untuk lahan jagung, katanya luasan areal yang puso seluas 1,4 hektare. Rata-rata lahan jagung yang puso terletak di Kabupaten Brebes seluas 15 hektare, Kabupaten Pekalongan 31,7 hektare dan Kabupaten Batang seluas 13 hektare.
Diluar itu, masih ada pula lahan kedelai seluas 9 hektare di Kabupaten Kendal juga terdampak banjir.
"Untuk luas banjir pada lahan bawang merah sebesar 23 hektare. Dengan rincian Grobogan ada 14 hektare, Kabupaten Brebes ada 8 hektare dan Kendal ada 1 hektare," urainya seraya menambahkan bahwa dari jumlah lahan bawang merah yang kebanjiran, sekitar 11 hektare di antaranya dipastikan puso.
5. BPBD: Mayoritas tanggul belum permanen

Sedangkan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bergas Catursasi Penanggungan mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memahami karakteristik ancaman bencana tiap wilayah.
Terlebih lagi, mayoritas tanggul sungai dan talut kondisinya tidak ada yang permanen. Para petani juga diminta semakin memperkuat ilmu titen untuk menghindari resiko kerugian saat menanam padi.
"Tanggul-tanggul di wilayah kita mayoritas dari tanah, belum permanen maka perlu penguatan tanggul. Tanggul jangan ditumbuhi tanaman keras karena rawan terkena angin kencang. Yang harus diperhatikan adakan lahan padi di Demak dan Kudus perlu dipanen awal," pungkasnya.


















