Lebaran di kampung halaman merupakan momen yang dinanti. Namun, bagi para lajang, terdapat satu pertanyaan yang sering kali dianggap sebagai "hantu" menakutkan: "Kapan kawin?" atau "Kapan nikah?"
Dalam budaya Jawa, pertanyaan ini umumnya dilontarkan oleh kerabat atau tetangga sebagai bentuk basa-basi dan perhatian. Menjawabnya dengan ketus akan dianggap mboten sopan (tidak sopan), sementara menjawab terlalu serius terkadang membuat sedih (nyes).
Solusi terbaik untuk menghadapinya adalah dengan menggunakan parikan (pantun Jawa). Melalui rima yang lucu, pertanyaan sensitif ini dapat dijawab dengan nada bercanda sehingga suasana keluarga tetap seru (gayeng) tanpa menyinggung perasaan siapa pun.
Berikut adalah 25 parikan sakti sebagai jawaban kreatif untuk merespons pertanyaan horor tersebut.
