Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

30 Keluarga Masih Kebanjiran di Semarang, Siapkan Dana Tanggap Darurat

30 Keluarga Masih Kebanjiran di Semarang, Siapkan Dana Tanggap Darurat
Suprapto saat mendorong motor maticnya dibantu anak-anak sekitar Jalan Medoho. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Share Article

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang berupaya untuk menangani kejadian pasca bencana banjir yang melanda Ibu Kota Jawa Tengah. Hal itu dilakukan dengan pembersihan lokasi dan pengecekan kesehatan bagi warga yang terdampak banjir. 

1. Dinkes lakukan pendampingan kesehatan

Pengendara mobil berusaha menembus banjir yang merendam di kawasan Jalan Raya Arteri Soekarno-Hatta, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/3/2024). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Pengendara mobil berusaha menembus banjir yang merendam di kawasan Jalan Raya Arteri Soekarno-Hatta, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/3/2024). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memastikan pihaknya sudah siap dalam tanggap darurat pencegahan dan penanganan bencana.

‘’Kami sudah melakukan pencegahan-pencegahan bencana banjir secara masif seperti normalisasi saluran, optimalisasi rumah pompa, sampai pengerukan sedimentasi, termasuk berkoordinasi dengan BBWS Pemali-Juana untuk penanganan yang lebih besar,’’ ungkapnya, Rabu (20/3/2024).

Kemudian, untuk penanganan pasca banjir juga telah direncanakan seperti pembersihan lokasi-lokasi dari sisa banjir dan pengecekan kesehatan bagi warga.

‘’Kami sudah instruksikan pada Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk melakukan pendampingan kesehatan bagi korban banjir. Beberapa penyakit diwaspadai, seperti penyakit kulit, diare, dan leptospirosis,’’ ujar perempuan yang akrab disapa Ita.

2. Wilayah Trimulyo masih tergenang

Pengendara motor dan mobil berusaha menembus banjir yang merendam di kawasan Jalan Raya Arteri Soekarno-Hatta, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/3/2024). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Pengendara motor dan mobil berusaha menembus banjir yang merendam di kawasan Jalan Raya Arteri Soekarno-Hatta, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/3/2024). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Menurut dia, bencana banjir kali ini memang dipicu karena intensitas curah hujan yang tinggi di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang. Kondisi banjir saat ini di wilayah Trimulyo, Kecamatan Genuk, masih ada genangan karena elevasi tanah yang rendah dibanding tanggul dan ditambah drainase yang tertutup air.

“Di sana ada 30 keluarga yang masih terdampak. Ada limpasan Kali Pengkol dan elevasi di bawah tanggul, serta saluran tidak masuk ke Kali Babon. Sehingga di sana sempat tergenang. Tapi, begitu Kali Babon surut genangan ikut surut,” jelasnya.

Kemudian, banjir juga masih terjadi di depan RSI Sultan Agung dan di bawah flyover Jalan Kaligawe. Lalu di wilayah Dongbiru dan Gebanganom juga masih tergenang dan kini sudah dilakukan penambahan pompa portable untuk menyedot banjir.

“Sudah kita lakukan untuk penambahan pompa, karena dari pompa BBWS rusak. Sehingga memang perlu penambahan dan kami terus berkoordinasi sampai wilayah sana surut,” terangnya.

3. Pemda diminta siapkan anggaran tanggap darurat

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto didampingi Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau banjir di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Minggu (17/3/2024). (dok. Pemkot Semarang)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto didampingi Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau banjir di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Minggu (17/3/2024). (dok. Pemkot Semarang)

Sementara sebelumnya, Kepala BNPB, Letjen Suharyanto menjelaskan, terkait dengan cuaca ekstrem di Jawa Tengah, pihaknya sudah mendapat arahan dari BMKG dan sudah menggelar Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). TMC sudah digelar di hari ketiga dan akan dilaksanakan sampai tanggal 20 Maret 2024.

“Dan hasilnya sudah terlihat, hujannya lebih kecil dari hari-hari sebelumnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dirinya meminta kepada setiap Pemerintah Daerah (Pemda) untuk betul-betul siaga bencana termasuk menyiapkan anggaran operasional untuk tanggap darurat.

“Kita juga akan membantu bagi masyarakat yang terdampak. Selanjutnya, setelah nanti selesai transisi darurat, ada tahap rehabilitasi rekonstruksi, infrastruktur yang rusak, rumah masyarakat yang rusak. Agar dikemudian hari di tahun-tahun depan apabila terjadi musim hujan seperti ini lagi, bencana tidak akan terulang lagi,” tandas Suharyanto.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Mantan Artis Terlibat Kasus Pig Butchering di Jateng, Modusnya Ngonten

01 Jun 2026, 17:05 WIBNews