Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Daerah di Jawa Tengah Diprediksi Alami Kemarau Panjang

4 Daerah di Jawa Tengah Diprediksi Alami Kemarau Panjang
Petani bercocok tanam di atas tanah embung yang mengering di Tanggunggunung, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (25/7/2019). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Semarang, IDN Times - Sejumlah wilayah di Jawa Tengah akan mengalami hari tanpa hujan.

Berdasarkan catatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Semarang, melalui akun resmi sosial media Twitter, @bmkg_semarang, dinyatakan bahwa rata-rata hari tanpa hujan terjadi lebih dari 60 hari.

1. Rata-rata di Jateng lebih dari 60 hari

twitter.com/bmkg_semarang
twitter.com/bmkg_semarang

Sebagian besar wilayah di Jawa Tengah tidak akan terjadi hujan selama lebih dari 60 hari. Prediksi ini terjadi  di 35 kabupaten/kota.

Untuk klasifikasi jumlah hari, banyak wilayah di Jawa Tengah berada dalam level kekeringan ekstrem atau lebih dari 61 hari, yang ditunjukkan pada warna merah. Disusul dengan level kekeringan yang sangat panjang atau sekitar 30-60 hari, pada warna merah muda.

2. Kabupaten Wonogiri paling lama

Ilustrasi kekeringan (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Ilustrasi kekeringan (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Sebanyak tiga daerah menjadi wilayah terlama hari tanpa hujan. Pertama adalah Kabupaten Wonogiri di Kecamatan Pracimantoro selama 144 hari. Disusul Kabupaten Klaten, yaitu Kecamatan Cokrotulung, akan mengalami hari tanpa hujan terlama, sebanyak 117 hari.

Urutan ketiga terdapat tiga kabupaten. Di antaranya di Kabupaten Magelang (Kecamatan Mungkid dan Ngrajeg), Kabupaten Wonogiri (Kecamatan Baturetno dan Giritontro), dan Kabupaten Grobogan (Kecamatan Karangasem). Daerah tersebut mengalami hari tanpa hujan selama 113 hari.

3. Waspada terhadap potensi kebakaran

(Ilustrasi) ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
(Ilustrasi) ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai kekeringan ekstrem tersebut dari potensi mudahnya terjadinya kebakaran.

Selain itu, kualitas udara yang menurun selama musim kemarau, dapat mengakibatkan penyakit pernapasan. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
Dhana Kencana
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Waspada Sindikat Oplosan, Ini Panduan Cek Tabung Gas Elpiji Asli

08 Apr 2026, 04:00 WIBNews