Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
440 KK jadi Korban Banjir Solo dan Sukoharjo
Banjir di wilayah Sukoharjo dan Solo pada Rabu 15 April 2026. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Hujan deras nonstop sejak Selasa malam menyebabkan banjir di Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.
  • Sebanyak 440 kepala keluarga terdampak di beberapa kelurahan Solo, sementara pendataan korban di Sukoharjo masih berlangsung akibat luapan air di Desa Cemani.
  • Wali Kota Surakarta meninjau lokasi banjir dan memastikan bantuan logistik serta evakuasi prioritas bagi lansia dan penyandang disabilitas dilakukan bersama BPBD dan Dinas Sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Hujan deras tanpa henti mengguyur kawasan Solo Raya sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari, memicu musibah banjir di sejumlah lokasi di Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Air mulai menggenang sekitar pukul 21.42 WIB dengan ketinggian bervariasi antara mata kaki hingga pinggang orang dewasa.

Di Kota Solo, genangan air merendam wilayah Kecamatan Serengan, Pasar Kliwon, dan Laweyan. Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak pada ratusan kepala keluarga (KK) dengan rincian sebagai berikut:

  • Kelurahan Panularan: 187 KK

  • Kelurahan Joyosuran: 117 KK

  • Kelurahan Pajang: 77 KK

  • Kelurahan Tipes: 31 KK

  • Kelurahan Joyontakan: 15 KK

  • Kelurahan Sondakan: 13 KK

Sementara itu, di Kabupaten Sukoharjo, luapan air menggenangi kawasan Desa Cemani, Kecamatan Grogol. Petugas di lapangan masih melakukan pendataan jumlah korban terdampak di lokasi tersebut.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, langsung meninjau sejumlah titik banjir, termasuk kawasan Laweyan. Respati juga mendatangi posko pengungsian sementara di RT 3 RW 5 Kelurahan Bumi untuk memastikan keamanan para warga.

Pemerintah kota berkoordinasi langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial untuk menyalurkan kebutuhan mendesak. Bantuan logistik meliputi makanan, obat-obatan, selimut, dan tikar untuk istirahat.

"Dini hari ini berada di Laweyan di daerah terdampak banjir. Yang pertama saya memastikan kebutuhan warga terpenuhi dulu," kata Respati saat berada di lokasi. Ia menambahkan, proses evakuasi dan penanganan memprioritaskan kelompok rentan, seperti warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Pemerintah meminta masyarakat segera melapor jika lingkungan sekitarnya terdampak banjir. Laporan dari warga akan langsung ditindaklanjuti oleh BPBD dan pihak kecamatan agar tim bisa segera menerjunkan petugas evakuasi ke tempat pengungsian.

Editorial Team