Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Mitos Kesehatan Hewan Peliharaan yang Tidak Perlu Kamu Percayai

6 Mitos Kesehatan Hewan Peliharaan yang Tidak Perlu Kamu Percayai
ilustrasi kucing peliharaan (pexels.com/Mert Aslan)
Intinya Sih
  • Kutu pada hewan peliharaan gak selalu terlihat, 95% kutu hidup di lingkungan sekitar dan bisa berkembang biak hingga 2.000 butir.
  • Merawat kucing lebih murah dari anjing bukanlah mitos yang sepenuhnya benar karena biaya perawatan medis sama besarnya.
  • Hewan peliharaan gak memiliki emosi rumit seperti 'dendam' atau 'marah', perilaku buruk bisa jadi tanda bosan atau masalah kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Memiliki hewan peliharaan itu menyenangkan, tapi pastinya juga butuh tanggung jawab. Salah satu tanggung jawab penting adalah menjaga kesehatan mereka. Namun, ada banyak informasi yang keliru tentang kesehatan hewan peliharaan yang tersebar luas di kalangan pemilik hewan. Informasi-informasi yang salah ini sering kali dianggap benar karena sudah lama beredar.

Padahal, memercayai mitos kesehatan ini bisa berdampak buruk bagi kesejahteraan hewan kesayanganmu, lho. Yuk, simak beberapa mitos kesehatan hewan peliharaan yang sebaiknya kamu stop percayai.

1. Kalau gak ada kutu yang terlihat, artinya anabulmu bebas kutu

ilustrasi bulu kucing (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi bulu kucing (pexels.com/RDNE Stock project)

Mitos ini sering banget dipercaya, padahal kenyataannya kutu gak selalu mudah terlihat. Faktanya, 95% kutu di rumah biasanya gak hidup di tubuh hewan peliharaan, melainkan tersembunyi di lingkungan sekitar. Kutu-kutu ini ada di fase telur, larva, atau pupa yang memang gak terlihat dengan mata telanjang.

Satu kutu betina dewasa bisa bertelur hingga 2.000 butir, lho! Jadi, meskipun kamu gak melihat kutu, bukan berarti hewan peliharaanmu bebas dari kutu, ya. Cara terbaik untuk mencegah kutu adalah dengan menggunakan obat pencegahan kutu secara rutin sepanjang tahun.

2. Biaya kesehatan kucing lebih murah dibandingkan anjing

ilustrasi grooming (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi grooming (pexels.com/Gustavo Fring)

Mungkin kamu pernah dengar anggapan kalau merawat kucing lebih murah dibandingkan merawat anjing. Sayangnya, ini gak sepenuhnya benar. Baik anjing maupun kucing sama-sama bisa mengalami masalah kesehatan yang serius, dan biaya perawatannya gak selalu murah.

Meskipun kucing biasanya lebih kecil dari anjing, sehingga dosis obat bisa lebih rendah, biaya tes medis seperti X-ray atau tes darah akan tetap sama, baik untuk kucing maupun anjing. Jadi, penting untuk memperhitungkan biaya perawatan kesehatan hewan peliharaan dengan baik, apa pun jenis hewan yang kamu pelihara.

3. Hewan peliharaan merusak barang atau pipis sembarangan karena marah

ilustrasi kucing peliharaan (pexels.com/NADER AYMAN)
ilustrasi kucing peliharaan (pexels.com/NADER AYMAN)

Banyak orang percaya bahwa hewan peliharaan bisa melakukan hal-hal seperti merusak furnitur atau pipis sembarangan karena kesal atau marah. Ini mitos! Hewan peliharaan gak memiliki emosi yang rumit seperti ‘dendam’ atau ‘marah’.

Biasanya perilaku seperti ini terjadi karena hewan merasa bosan atau butuh perhatian. Kalau hewan peliharaanmu sering merusak barang, mungkin mereka membutuhkan lebih banyak aktivitas fisik atau stimulasi mental. Sedangkan jika hewan peliharaanmu pipis sembarangan, itu bisa jadi tanda masalah kesehatan yang perlu diperiksakan ke dokter hewan.

4. Memberikan sisa makanan manusia pada hewan peliharaan gak masalah

ilustrasi kucing wajah memelas (pexels.com/Bruno Curly)
ilustrasi kucing wajah memelas (pexels.com/Bruno Curly)

Siapa sih yang gak tergoda memberikan sisa makanan saat hewan peliharaan memandangmu dengan mata memelas? Tapi tunggu dulu, ini sebenarnya gak baik untuk kesehatan mereka, lho.

Makanan manusia, terutama yang berlemak dan tinggi karbohidrat, bisa menyebabkan gangguan pencernaan serius pada hewan. Salah satu masalah yang paling berbahaya adalah pankreatitis, yang bisa berujung pada kematian.

Selain itu, pemberian makanan manusia secara terus-menerus bisa menyebabkan obesitas dan kekurangan gizi. Jika kamu ingin berbagi makanan dengan hewan peliharaan, berikan sayuran tanpa bumbu sebagai alternatif yang lebih sehat.

5. Biarkan hewan peliharaan menjilati lukanya, itu membantu penyembuhan

ilustrasi kucing peliharaan (pexels.com/Hải Nguyễn)
ilustrasi kucing peliharaan (pexels.com/Hải Nguyễn)

Mungkin kamu pernah mendengar kalau hewan menjilati lukanya sendiri untuk membantu proses penyembuhan. Sayangnya, ini adalah mitos yang malah bisa memperburuk keadaan.

Saat hewan peliharaan menjilati lukanya, mereka sebenarnya menyebarkan bakteri dari mulut ke area luka, yang bisa menyebabkan infeksi. Selain itu, lidah hewan memiliki tekstur kasar yang bisa merusak jaringan di sekitar luka, membuatnya semakin iritasi dan memperlambat penyembuhan. Kalau hewan peliharaanmu terluka, pastikan mereka memakai corong pelindung agar gak bisa menjilat lukanya.

6. Hewan peliharaan hanya perlu dibawa ke dokter hewan saat sakit

ilustrasi dokter hewan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi dokter hewan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Mitos ini cukup berbahaya karena bisa membuat banyak masalah kesehatan jadi gak terdeteksi sejak dini. Faktanya, hewan peliharaan perlu melakukan pemeriksaan rutin meskipun tampaknya mereka sehat-sehat saja.

Pemeriksaan tahunan (atau dua kali setahun untuk hewan yang sudah tua) bisa membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih awal sebelum berkembang menjadi lebih serius. Dengan demikian, kamu bisa mencegah pengeluaran biaya yang lebih besar di kemudian hari dan tentunya menjaga kesehatan hewan peliharaanmu lebih baik.

Mitos-mitos tentang kesehatan hewan peliharaan memang banyak beredar, tapi sekarang kamu sudah tahu mana yang gak seharusnya dipercaya. Dengan menghindari mitos-mitos ini, kamu bisa memberikan perawatan yang lebih baik untuk hewan kesayangan. Jangan lupa, selalu konsultasikan dengan dokter hewan untuk informasi yang lebih akurat dan terpercaya tentang kesehatan hewan peliharaanmu, ya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
L A L A .
EditorL A L A .

Latest News Jawa Tengah

See More