Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Fakta Robot Kecoa Inovasi dari Undip, Bidik Kolaborasi dengan BNBP
Robot Kecoa Madagaskar karya tim Rotect dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) berhasil menggondol medali emas di ajang internasional Asia Youth Innovation Awards pada penyelenggaraan Malaysia Technology Expo (MTE) 2026. (dok. Undip)
  • Tim Cyborg Insect Undip memperkenalkan robot kecoa ROACH-DETECT di BNPB, usai meraih Gold Award dan Special Award pada Malaysia Technology Expo (MTE).
  • Robot biohybrid ini memanfaatkan kecoa Madagascar Hissing Cockroach yang dilengkapi sensor, kamera mikro, dan sistem komunikasi real-time untuk membantu pencarian korban bencana.
  • BNPB mengapresiasi inovasi tersebut dan membuka peluang kolaborasi dengan Undip guna memperkuat mitigasi serta penanggulangan bencana nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Tim Cyborg Insect Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) memamerkan kemampuan robot kecoa dalam simulasi penanganan bencana di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Teknologi bernama ROACH-DETECT tersebut dirancang untuk membantu tim pencarian dan penyelamatan (SAR) menemukan korban yang terjebak di reruntuhan bangunan.

Demonstrasi dilakukan setelah tim robot kecoa Undip meraih Gold Award dan Special Award pada ajang Malaysia Technology Expo (MTE). Bersama Rektor Suharnomo, tim peneliti memenuhi undangan BNPB untuk memperkenalkan inovasi tersebut.

Berikut sejumlah fakta tentang robot kecoa buatan Undip:

1. Terinspirasi dari kondisi nyata di lokasi bencana

Robot Kecoa Madagaskar karya tim Rotect dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) berhasil menggondol medali emas di ajang internasional Asia Youth Innovation Awards pada penyelenggaraan Malaysia Technology Expo (MTE) 2026. (dok. Undip)

Teknologi ROACH-DETECT dikembangkan dari persoalan yang sering muncul saat bencana terjadi. Banyak korban terjebak di celah sempit reruntuhan yang sulit dijangkau manusia, robot konvensional, maupun anjing pelacak SAR.

Padahal, dalam standar internasional INSARAG, pencarian korban hidup memiliki golden time selama 72 jam setelah bencana terjadi.

2. Memanfaatkan kecoa Madagascar Hissing Cockroach

Kecoa madagaskar (commons.m.wikimedia.org/Cette photo a ete prise par Andre Alliot)

Tim Cyborg Insect menggunakan pendekatan biohybrid dengan memanfaatkan kecoa jenis Madagascar Hissing Cockroach. Serangga tersebut dipilih karena memiliki kemampuan alami menjelajah ruang sempit dan medan sulit.

Kecoa kemudian dipasangi perangkat elektronik ringan untuk mengendalikan pergerakan sekaligus mengumpulkan data di lokasi bencana.

3. Dilengkapi sensor dan kamera mikro

Robot Kecoa Madagaskar karya tim Rotect dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) berhasil menggondol medali emas di ajang internasional Asia Youth Innovation Awards pada penyelenggaraan Malaysia Technology Expo (MTE) 2026. (dok. Undip)

Robot kecoa dibekali sensor, kamera mikro, dan sistem komunikasi yang memungkinkan pengiriman gambar serta data kondisi lapangan secara real-time kepada tim penyelamat.

Sistem ini mampu mendeteksi keberadaan korban melalui pola suhu tubuh manusia, bahkan di kondisi gelap, berdebu, atau penuh gas.

4. Mampu melewati medan sulit

Tim Cyborg Insect Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) mendemonstrasikan robot berbentuk kecoa di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (dok. Undip)

Dalam simulasi di BNPB, inovator Undip Mochammad Ariyanto mendemonstrasikan kemampuan robot kecoa menavigasi area bencana, termasuk melewati rintangan sempit, medan tidak rata, dan area minim cahaya.

Ukuran robot yang kecil membuatnya mampu masuk ke celah reruntuhan bangunan yang sulit dijangkau alat lain.

5. Data korban dipantau melalui platform web

ilustrasi website (pexels.com/Pixabay)

Informasi yang diperoleh robot kecoa dikirim ke platform monitoring berbasis web yang dapat diakses langsung oleh tim SAR. Dengan sistem tersebut, proses identifikasi korban diharapkan menjadi lebih cepat dan akurat.

6. Dikembangkan lintas disiplin ilmu

Tim Cyborg Insect Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) mendemonstrasikan robot berbentuk kecoa di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (dok. Undip)

Robot kecoa merupakan hasil riset multidisiplin mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik Undip dari jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektro.

Tim Cyborg Insect terdiri dari:

  • Mochammad Ariyanto

  • Muhammad Faizul Kirom

  • Helmi Yusuf

  • Mega Adinda Ramadhani

  • Oscar David Sulistya Nugraha

  • Arif Ainurrofiq

  • Hafiz Akbar Simanjorang

7. Inovatornya lulusan doktor Jepang

Inovator Robot Kecoa Undip, Mochamad Ariyanto, Ph.D. (dok. Undip)

Mochammad Ariyanto diketahui menyelesaikan studi doktoralnya di Osaka University pada 2024 dan kini juga menjadi dosen tamu di universitas tersebut.

8. BNPB membuka peluang kolaborasi

Tim Cyborg Insect Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) mendemonstrasikan robot berbentuk kecoa di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (dok. Undip)

Kepala BNPB Suharyanto mengapresiasi inovasi robot kecoa dari Undip. BNPB membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi untuk memperkuat mitigasi dan penanggulangan bencana nasional.

Sementara itu, Rektor Suharnomo berharap teknologi tersebut dapat menjadi solusi inovatif dalam penanganan bencana di Indonesia yang rawan gempa bumi, longsor, dan berbagai bencana lainnya.

Editorial Team