Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ahmad Luthfi: Gubernur Bukan Ndoro, Dia Harus Tahu Persoalan Masyarakat

Ahmad Luthfi: Gubernur Bukan Ndoro, Dia Harus Tahu Persoalan Masyarakat
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat hadir di IDN HQ. (IDN Times/Fauzan)
Share Article

Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan menjadi seorang gubernur bukanlah layaknya ndoro atau tuan. Tetapi melainkan harus perlu mengetahui cara mengatasi permasalahan masyarakat. 

"Dia bukan seorang ndoro bukan seorang tuan tetapi dia harus tahu mengatasi masyarakat. Brainstorming bagi masyarakat," ujar Luthfi tatkala berbicara dalam podcast yang disiarkan YouTube IDN Times, Kamis (17/4/2025). 

Luthfi bilang bahwa tugas sebagai seorang gubernur maupun Kapolda Jateng yang sempat ia jabat lima tahun, sebenarnya hampir sama. 

Baik kapolda maupun gubernur, katanya sama-sama menjadi abdi negara yang harus melayani masyarakat. 

"Kalau saya waktu jadi kapolda tugas kita sama sebagai gubernur. Prinsipnya saat jadi kapolda bagaimana polisi sebagai abdi negara untuk melayani. Kemudian memberikan direktif kepada masyarakat yang tertib hukum dan lain sebagainya. Melindungi, mengayomi, membimbing itu yang penting. Penegakkan hukum yang terakhir. Sebagai pelayan masyarakat. Sebagai gubernur juga sama," paparnya. 

Sebagai Gubernur Jateng, dirinya juga menyadari telah menjadi pejabat publik. Yang mana memiliki fungsi menyelesaikan permasalahan masyarakat. "Dan substansi lebih besar, kita belanja masalah dan menyelesaikan permasalahan masyarakat. Tentu seorang gubernur jabatan seorang gubernur, bupati, camat, lurah ini adalah abdi negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat," akunya. 

Lebih lanjut mengenai era pemerintahannya bersama Taj Yasin Maimoen yang mengusung tagline Ngopeni Nglakoni, purnawirawan bintang tiga ini berkata makna Ngopeni berarti lebih banyak melihat mendengar. 

Luthfi berjanji ke depan akan bergerak untuk turun ke lapisan masyarakat untuk mencari tahu apa saja persoalan yang muncul. 

"Artinya menyelesaikan, ngopeni itu tahu permasalahan masyarakat. Untuk tahu permasalahan dia harus banyak bergerak ke bawah terus turun ke masyarakat. Kita openi mereka kita lihat permasalahan masyarakat. Nglakoni itu apa? Menyelesaikan apa yang kita dapatkan. Jadi ini ada subyek obyek terkait simbiosis mutualisme terkait problem masyarakat," tuturnya.

https://www.youtube.com/embed/O_1nEv5b0iM

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Cuaca Semarang Rabu: Panas Terik Pol, Aman Tanpa Hujan Sepanjang Hari Lur!

17 Jun 2026, 06:05 WIBNews