Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Atasi Banjir Demak, Pemprov Jateng Targetkan Audit Sungai dari Hulu
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Kepala BPBD Grobogan dan perwakilan BBWS Pemali Juana melihat dampak banjir di Gubug Grobogan. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memulai koordinasi lintas daerah untuk mengaudit aliran sungai dari Rawa Pening hingga pesisir Demak guna mengatasi banjir secara menyeluruh.
  • Masalah utama yang dievaluasi meliputi penyempitan badan sungai akibat bangunan, vegetasi liar, serta sedimentasi di Bendung Gelapan yang memicu luapan air meski tanpa hujan lokal.
  • Gubernur Jateng menugaskan TNI dan Polri menjaga hak warga terdampak dengan memastikan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta stabilitas harga kebutuhan pokok selama penanganan banjir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Demak, IDN Times – Penanganan banjir di Kabupaten Demak kini memasuki babak baru. Tidak lagi sekadar mengandalkan tindakan darurat saat bencana datang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memulai koordinasi lintas daerah untuk membedah akar masalah banjir dari puncaknya di Rawa Pening hingga hilir di pesisir Demak.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa model penanganan "pemadam kebakaran" atau hanya bertindak saat air sudah menggenang harus dihentikan. Fokus utama kini beralih pada normalisasi infrastruktur dan penertiban badan sungai.

Dalam rapat koordinasi di Kecamatan Guntur, Sabtu (4/4/2026), terungkap sejumlah masalah teknis yang selama ini menghambat aliran air, terutama di sepanjang aliran Sungai Tuntang. Beberapa poin krusial yang akan segera dievaluasi meliputi:

Penertiban Bangunan: Adanya permukiman bersertifikat dan bangunan jembatan di badan sungai yang mempersempit ruang alir. Vegetasi Penghambat: Pembersihan tanaman keras yang tumbuh liar di jalur aliran utama. Audit Kapasitas Bendungan: Evaluasi sedimentasi di Bendung Gelapan (Grobogan) yang diduga memicu luapan air meski cuaca di Demak sedang cerah.

Bupati Demak, Eisti’anah, mengungkapkan urgensi penanganan hilir ini karena fenomena unik yang kerap melanda wilayahnya. Salah satunya di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, yang rutin terendam limpasan air sungai hampir setiap bulan tanpa perlu adanya hujan lokal.

"Limpasan air tetap terjadi meskipun cuaca panas. Ini bukti bahwa masalahnya ada pada kapasitas tampung di hulu dan kiriman air yang tidak terkendali," ujar Eisti'anah.

Pemerintah Provinsi Jateng akan segera memanggil kepala daerah dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dari wilayah penyangga, meliputi Semarang Raya & Grobogan (Sisi Hulu). Demak & Pati Raya (Sisi Hilir).

Kolaborasi ini bertujuan untuk sinkronisasi debit air yang keluar dari Rawa Pening agar tidak melampaui kapasitas sungai di wilayah bawah.

Selain teknis infrastruktur, Gubernur menginstruksikan TNI dan Polri untuk mengawal pemenuhan hak masyarakat terdampak di tingkat desa. Fokusnya mencakup tiga pilar utama

Memastikan akses belajar tidak terputus saat wilayah tergenang. Penyiagaan posko kesehatan untuk penyakit pascabanjir. Stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di area terdampak.

Langkah terpadu ini diharapkan menjadi solusi permanen agar banjir tahunan di Demak tidak lagi menjadi siklus yang menghambat ekonomi dan aktivitas warga.

Editorial Team