Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Awas! PMK Rentan Dimanfaatkan Pembeli Sapi di Bawah Harga Pasaran
Ilustrasi aktivitas pasar hewan sebelum ditutup akibat PMK. (IDN Times/Riyanto)

Semarang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta peternak tidak panik saat mendapati hewan ternaknya terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pasalnya penyakit yang diakibatkan oleh apthovirus ini bisa disembuhkan. Kuncinya, yakni segera melapor ke dinas pertanian kesehatan hewan atau dokter hewan, untuk segera dilakukan penanganan.

1. Langkah yang harus dilakukan peternak saat ada sapi terkena PMK

Ilustrasi aktivasi pasar hewan sebelum ditutup akibat PMK. IDN Times/ Riyanto.

Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng, Hariyanta Nugraha mengatakan kepanikan peternak terkait maraknya PMK rentan dimanfaatkan oleh pihak yang ingin mengambil untung, dengan membeli ternak sapi, di bawah harga pasaran.

"PMK bisa disembuhkan. Semakin cepat diketahui, direspon dan dilaporkan ke kami, peluang untuk sembuh semakin cepat," ujar Hariyanta. Di Jawa Tengah jumlah PMK yang dilaporkan yakni sekitar 2.300 kasus dari jumlah ternah sapi sekitar 1,3 juta, dengan angka kematian sekitar 0,18 persen. Meskipun kecil, ia menyebut hal itu perlu segera diatasi untuk mengurangi kepanikan peternak.

Ia meminta jika petani menemuajika ada ternak terutama sapi yang menunjukkan gejala sakit, segera hubungi petugas kesehatan hewan. Langkah selanjutnya yakni memisahkan hewan yang sakit untuk meminimalkan penularan. Kemudian juga segera lakukan desinfeksi kandang. Peternak yang hewannya terjangkit PMK bisa mengakses nomor Pusat Krisis Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, melalui Whatsapp 0811 1182 7889.

 

2. Peternak diminta tak ragu beri vaksin PMK

Ilustrasi vaksin PMK. (IDN Times/Riyanto)

Hariyanta juga mengimbau agar, peternak tidak ragu-ragu untuk memberi vaksin PMK pada hewan ternaknya, menurutnya vaksin telah tersedia dengan harga yang relatif terjangkau.

"Vaksin mandiri harganya sekitar Rp50 ribu. Untuk menjaga aset yang harganya Rp15 juta sampai ratusan juta rupiah, harusnya sesuatu yang bisa diusahakan. Kalau untuk vaksin dari pemerintah, akan turun akhir Januari, kemudian Februari akan ada bulan bakti vaksinasi," ujar Hariyanta.

Pemprov Jateng dalam hal ini juga bekerja sama dengan kepolisian, yang ikut mengawasi lalu lintas ternak antar provinsi khususnya dari Jawa Timur. Hal itu dilakukan untuk menekan lalu lintas hewan yang diduga terinfeksi PMK.

3. PMK sering terjadi di masa pancaroba

Ilustrasi sapi sakit. Freepik.

Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak, Kementerian Pertanian RI, Drh Sintong HMT Hutasoit, mendorong pelaku usaha ternak agar lebih aware. Mereka didorong menyisihkan dana untuk vaksinasi mandiri, sehingga ternaknya terhindar dari PMK, yang biasanya merebak saat peralihan musim hujan.

Menurutnya, PMK sering terjadi pada masa pancaroba. Namun, hal tersebut dapat dicegah jika pemilik ternak lebih aware, dengan memberikan vaksin pada ternaknya.

Dia menunjuk contoh, meski ada lonjakan kasus pada Januari-Maret 2024 lalu, tapi dibandingkan periode yang sama 2023, kasus tersebut turun tajam. Hal itu karena keberhasilan vaksinasi yang dilakukan enam bulan sebelumnya.

"Pelaku usaha ternak mesti aware, sisihkan dana untuk vaksinasi mandiri, karena ini penyakit endemis, yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Jangan sampai pelaku usaha ternak panik, dan dimanfaatkan pihak terkait, seolah bakan terulang kasus 2022 lalu, sehingga harga ternak jatuh, seolah tidak bisa disembuhkan, padahal bisa dikendalikan," katanya.

Editorial Team