Diah Warih bertemu dengan Ketua DPC Partai Demokrat Solo, Supriyanto. (Dok/Istimewa)
Seusai kegiatan, Leyla tetangga Mbak e Solo berharap, Diah Warih menjadi pemimpin baru Solo. Saking fanatiknya dengan tetangganya. Spontanitas mendorong nama kampung Mertodranan diubah dengan nama sang pujaan.
"Kami ingin nama kampung Mertodranan diganti kampung Diah Warih saja," ucapnya bangga.
Warga lain Srini menegaskan, Diah Warih lahir besar di Mertodranan. "Sampai sekarang masih di sini," katanya.
Koordinator lapangan Kusyani mengungkapkan, Diah Warih Anjari adalah warga Solo asli ber-KTP Solo. Ia lahir besar di Mertodranan, Pasar Kliwon. Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan dari berbaga pihak yang menyebutkan, bahwa Ketum Ormas G-Nesia dan pendukung Prabowo-Gibran ini orang luar Solo.
"Beliau Mbak Diah Warih, asli Solo. Bisa dicek KTP, dan silahkan datang sendiri ke Mertodranan untuk menanyakan statusnya," tegas Kusyani.
Terkait kegiatan tersebut, Kusyani mengungkapkan, acara yang digelar kali mayoritas melibatkan ibu-ibu dan remaja putri sekaligus mengenalkan kembali sosok bacawali.
"Tak lupa menyosialisasikan Mbak e Solo Diah Warih Anjari yang maju lewat Partai Gerindra dan PSI kepada warga di kampung sendiri. Ibu kandung Mbak Diah Warih turut memberikan restu dan doanya," terangnya.