Kendal, IDN Times - Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Kendal, Jawa Tengah hingga menyebabkan bencana banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal mencatat banjir menerjang 23 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Banjir Terjang 23 Desa di Kendal, 4.000 Rumah Terendam

Intinya sih...
Hujan tinggi menyebabkan banjir di 23 desa di Kendal, Jawa Tengah
BPBD mencatat 4.000 rumah terendam akibat banjir
Banjir melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Kendal
1. Sebanyak 9.196 jiwa terdampak
Dari kejadian bencana itu sekitar 4.000 rumah warga terendam dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter. Kemudian, sebanyak 9.196 jiwa juga terdampak banjir.
Banjir terparah terjadi di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu. Untuk diketahui, ketinggian air di wilayah tersebut mencapai satu meter dan menggenangi permukiman warga sejak Kamis (15/1/2026).
Adapun, banjir di Kecamatan Brangsong dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Waridin. Air sungai yang meluap itu menyebabkan genangan di sejumlah desa dan mengganggu aktivitas warga.
2. Banjir sudah mulai surut di beberapa kecamatan
Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo mengatakan, kondisi banjir di beberapa kecamatan mulai berangsur surut sejak pagi hingga siang hari.
"Di Kecamatan Ngampel, Pegandon, Brangsong, dan Kaliwungu sudah mulai surut. Tetapi kami tetap bersiaga," ujarnya, Minggu (18/1/2026).
Sejauh ini, BPBD bersama tim gabungan telah melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir, khususnya di Kecamatan Pegandon. Evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan warga yang tinggal di daerah dengan genangan cukup tinggi.
3. Dirikan dapur umum di Pegandon dan Kaliwungu
Selain evakuasi, BPBD Kabupaten Kendal juga telah mendirikan dapur umum di Kecamatan Pegandon dan Kaliwungu untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak banjir.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir susulan di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal,” tandas Iwan.