Banjir Terjang 9 Wilayah di Batang, 12.784 Warga Terdampak Mengungsi

- Banjir melanda 9 wilayah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah
- Sebanyak 12.784 warga terdampak dan mengungsi
- Bencana banjir terjadi sejak Jumat (16/1/2026)
Batang, IDN Times - Bencana banjir menerjang menerjang sembilan wilayah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sejak Jumat (16/1/2026) hingga sekarang. Dari kejadian tersebut sebanyak 12.784 warga terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya untuk mengungsi.
1. Banjir terparah di Kelurahan Karangasem Utara

BPBD Kabupaten Batang mencatat sembilan lokasi yang terendam banjir di antaranya Kelurahan Karangasem Utara, Kasepuhan, Watesalit, Proyonanggan Tengah, Desa Klidang Lor, Denasri Kulon, Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, dan Kalisalak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah mengatakan, banjir terparah melanda Kelurahan Karangasem Utara dengan ketinggian air mulai dari 30 sentimeter hingga 120 sentimeter.
Kejadian ini mengakibatkan sebanyak 3.196 kepala atau sekitar 12.784 jiwa terpaksa mengungsi. Demikian pula, 2.400 warga di Desa Klidang Lor juga terdampak banjir.
2. Tanah longsor akibatkan 7 rumah rusak

"Ya, sebagian warga masih tetap bertahan di rumah, tapi ada juga yang mengungsi sementara di Masjid Al Ikhlas RW 05," katanya, Minggu (18/1/2026).
Tidak hanya banjir yang menerjang Kabupaten Batang, BPBD juga mencatat ada empat bencana tanah longsor. Wilayah yang terdampak berada di daerah pegunungan.
‘’Empat kejadian tanah longsor mengakibatkan tujuh rumah rusak. Wilayah yang terdampak di antaranya Desa Tombo Kecamatan Bandar, Desa Reban Kecamatan Reban, Desa Kecepak Kecamatan Batang, serta Desa Wonobodro Kecamatan Blado,’’ jelas Wawa.
3. Imbau warga waspada terhadap potensi bencana susulan

Menurut dia, curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan beberapa kejadian longsor dan banjir di sejumlah wilayah tersebut. Saat ini sebagian warga terdampak banjir mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
‘’Kini BPBD bersama unsur terkait seperti TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pantauan dan penanganan awal di lokasi kejadian. Kami mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi," tandasnya.
















