Banjir Terjang Pantura, Jalan Rusak di Sayung Demak Rawan Picu Kecelakaan

1. Banjir melebar sampai ke jalur Pantura Sayung

Koordinator Data Observasi dan Informasi, Stasiun BMKG Maritim Tanjung Emas Semarang, Ganis Erutjahjo mencatat sejak 9--16 Mei 2023 merupakan titik puncak air pasang atau banjir rob di wilayah Pantura.
Pihaknya juga telah mengeluarkan peringatan dini ketika memonitor ketinggian air pasang di sejumlah daerah.
"Sampai hari ini ada banjir pesisir di Pantura termasuk Semarang. Wilayah yang terdampak banjir di Pekalongan tepatnya TPI Wonokerto, TPP Wonokerto, ruas jalan raya Kota Pekalongan dan sekitar pelabuhan. Kalau di Semarang terjadi banjir di Mangunharjo, Tambaklorok dan Genuk. Di Demak banjir rob dari Sayung melebar sampai ruas jalan nasional dan Morodemak," kata Ganis kepada IDN Times, Senin (16/5/2023).
2. Ketinggian banjir mengalami puncaknya saat jam pulang kerja

Ganis menjelaskan banjir rob mengalami titik tertinggi saat pukul 12.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB sore. Titik tertinggi banjir rob, katanya muncul tanggal 14 Mei dan 15 Mei mencapai 185-190 sentimeter.
Ia mengingatkan kepada para pengguna jalan seperti pemotor, sopir mobil untuk mewaspadai puncak banjir rob lantaran berbarengan dengan waktu jam pulang kerja.
"Puncak pasangnya jam 12 siang sampai jam enam Maghrib. Kalau Maghrib sudah ada penurunan. Dan itu bareng sama jam pulang kantor. Nah, pastinya rawan antrean di Sayung," kata Ganis.
3. Banyak jalan bolong di Sayung

Di samping itu, munculnya banjir rob di jalur Pantura Sayung Demak juga patut mendapat perhatian mengingat banyaknya jalan rusak di lokasi tersebut.
Ganis mengimbau supaya para pengguna jalan ekstra hati-hati ketika melewati ruas jalan Sayung karena ada jalan berlubang di setiap genangan banjir.
"Selalu waspada karena banyak jalan berlubang, sehingga sangat rawan terhadap keselamatan pengguna jalan. Terutama bilamana melewati area yang terjadi genangan banjir," terangnya.
4. Banjir rob mengalami kenaikan ketimbang bulan lalu

Sejauh ini berdasarkan pantauan BMKG Meteorologi Maritim Tanjung Emas belum ada laporan masyarakat mengenai potensi penambahan wilayah yang terendam banjir.
Namun jika dibanding bulan sebelumnya sudah ada kenaikan banjir rata-rata 20--30 sentimeter.


















