Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin saat memberi sambutan di pameran UMKM Grande 2026 di Semarang. (Dok. Humas Pemprov Jateng)
Membawa produk lokal bersaing di mancanegara membutuhkan proses pendampingan yang berkelanjutan. Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin menjelaskan, pembinaan ekosistem dukungan produk lokal berjalan dari hulu ke hilir. Mulai dari program inkubasi hingga standardisasi produk.
"Kami bersama Bank Indonesia terus melakukan kurasi dan pendampingan. Setelah itu pelaku UMKM diberikan akses permodalan dan digitalisasi agar bisa berkembang lebih luas," kata Nawal.
Dukungan permodalan tersebut difasilitasi melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Adapun, penyaluran KUR di Jawa Tengah mencatatkan rekor tertinggi secara nasional.
Akumulasi penyaluran pada periode 2015 hingga 2025 menembus angka Rp361,36 triliun bagi 10,31 juta debitur. Khusus sepanjang Januari hingga awal Oktober 2025, tercatat 667.067 debitur sudah melakukan akad kredit senilai Rp34,73 triliun.
"Pada hari ini Bank Indonesia juga mengundang pembeli dari luar negeri, untuk business matching di acara UMKM Grande. Jadi buat saya, dari hulu ke hilir ini terus kita perkuat di ekosistemnya dengan baik," ucap Nawal menambahkan usai memberikan sambutan, Jumat (8/5/2026).