Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bawa Pembeli Asing ke Semarang, BI Jateng Genjot Ekspor 90 UMKM Lokal
Fashion show saat kegiatan pameran UMKM Grande 2026 di Semarang. (Dok. Humas Pemprov Jateng)
  • Bank Indonesia Jawa Tengah dan Dekranasda menggelar UMKM Grande 2026 di Semarang, menghadirkan 90 pelaku usaha unggulan serta mempertemukan mereka dengan pembeli asing untuk memperluas pasar ekspor.
  • Program pendampingan mencakup kurasi, akses permodalan melalui KUR, dan digitalisasi agar produk lokal seperti wastra dan kriya mampu bersaing di pasar internasional dengan nilai ekspor mencapai ratusan juta dolar.
  • Pameran juga menampilkan fashion show yang membangkitkan semangat inovasi dan kepercayaan diri pelaku UMKM untuk terus berkreasi serta meningkatkan daya saing produk hingga level global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi motor penggerak perekonomian Jawa Tengah. Untuk memperkuat daya saing di pasar internasional, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menyelenggarakan pameran UMKM Grande 2026.

Acara yang berlangsung dari 7 hingga 11 Mei 2026 di Atrium Pollux Mall Paragon, Semarang itu menghadirkan 90 pelaku usaha unggulan. Tidak hanya pameran, kegiatan tersebut juga memfasilitasi temu bisnis (business matching) langsung dengan calon pembeli (buyer) dari luar negeri.

1. Fasilitas kurasi dan akses permodalan

Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin saat memberi sambutan di pameran UMKM Grande 2026 di Semarang. (Dok. Humas Pemprov Jateng)

Membawa produk lokal bersaing di mancanegara membutuhkan proses pendampingan yang berkelanjutan. Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin menjelaskan, pembinaan ekosistem dukungan produk lokal berjalan dari hulu ke hilir. Mulai dari program inkubasi hingga standardisasi produk.

"Kami bersama Bank Indonesia terus melakukan kurasi dan pendampingan. Setelah itu pelaku UMKM diberikan akses permodalan dan digitalisasi agar bisa berkembang lebih luas," kata Nawal.

Dukungan permodalan tersebut difasilitasi melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Adapun, penyaluran KUR di Jawa Tengah mencatatkan rekor tertinggi secara nasional.

Akumulasi penyaluran pada periode 2015 hingga 2025 menembus angka Rp361,36 triliun bagi 10,31 juta debitur. Khusus sepanjang Januari hingga awal Oktober 2025, tercatat 667.067 debitur sudah melakukan akad kredit senilai Rp34,73 triliun.

"Pada hari ini Bank Indonesia juga mengundang pembeli dari luar negeri, untuk business matching di acara UMKM Grande. Jadi buat saya, dari hulu ke hilir ini terus kita perkuat di ekosistemnya dengan baik," ucap Nawal menambahkan usai memberikan sambutan, Jumat (8/5/2026).

2. Potensi ekspor wastra dan kriya

Gelaran pameran UMKM Grande 2026 di Semarang. (Dok. Humas Pemprov Jateng)

Pendampingan lintas instansi itu membuahkan hasil. Beberapa jenama lokal asal Jawa Tengah sukses merambah pasar global. Jenama Naruna Ceramic dari Salatiga sukses mengekspor produk ke 18 negara, sementara tas anyaman kulit Roro Kenes Semarang makin diminati wisatawan mancanegara.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Andi Reina Sari menyoroti, kain tradisional (wastra) dan kerajinan tangan (kriya) merupakan identitas budaya yang menjadi kekuatan utama daerah nusantara.

"Produk-produk kita ini sudah sangat diketahui memiliki daya tarik yang luar biasa baik di pasar nasional maupun internasional. Bank Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan UMKM, dan tentunya kami tidak berjalan sendiri. Kami bersama dinas terkait dan Dekranas terus berupaya mengembangkan UMKM," kata Andi Reina Sari.

Komoditas kerajinan Jawa Tengah mencatat nilai ekspor sebesar 429,68 juta dolar AS sepanjang tahun 2025. Tiga penyumbang terbesarnya berasal dari kerajinan kayu, anyaman, dan produk berbasis kertas.

3. Inovasi sebagai kunci naik kelas

Wakil Ketua II Dekranasda Pusat, Sri Suparni Bahlil (tengah) membuat kerajinan kayu saat pameran UMKM Grande di Semarang. (Dok. BI Jateng).

Di samping pameran dan temu bisnis, acara UMKM Grande 2026 juga dimeriahkan dengan peragaan busana (fashion show). Tingginya kunjungan masyarakat pada acara itu menjadi energi positif bagi para pelaku usaha.

Wakil Ketua II Dekranasda Pusat, Sri Suparni Bahlil mengapresiasi pameran tersebut sebagai wadah yang menumbuhkan rasa percaya diri para pengusaha lokal di tengah ketatnya persaingan global.

"Pameran UMKM Grande 2026 ini mendorong pelaku UMKM makin optimis akan produknya untuk bisa naik kelas. Dengan inovasi dan kreativitas, produk UMKM bisa diterima masyarakat luas bahkan mancanegara," tuturnya.

Editorial Team