Toyota Veloz Hybrid EV (IDN Times/Bima Prakasa)
Berikut adalah tabel perbandingan estimasi komponen biaya bagi kendaraan di kelas harga Rp400 juta hingga Rp600 juta:
Komponen Pajak | Mobil Listrik Murni (BEV) | Mobil Hybrid (HEV) |
Pajak Tahunan (PKB) | 10% PKB Normal (Aturan Pemda) | Rp3.000.000 - Rp7.000.000 |
Bea Balik Nama (BBN) | Bergantung Kebijakan Pemda | 10% - 12,5% dari Harga OTR |
SWDKLLJ (Asuransi) | Rp143.000 (Wajib) | Rp143.000 (Wajib) |
Aturan Ganjil Genap | Bebas Melintas | Tetap Berlaku |
Tampilan Hyundai IONIQ 6 N (IDN Times/Margith Damanik)
Secara total biaya tahunan, mobil listrik jenis baterai (BEV) jauh lebih murah akibat potongan pajak daerah. Pilihlah opsi ini jika mencari biaya perawatan minim dan efisiensi energi bagi operasional dalam kota. Sebaliknya, mobil hybrid cocok bagi pengguna yang sering bepergian antarkota dan menginginkan penghematan bensin tanpa kerepotan mengantre tempat pengisian daya listrik.
Selalu pastikan untuk mengecek rincian STNK sebelum membeli. Jika tertulis tipe bahan bakar bensin (walaupun bodi mobil berlabel hybrid), persiapkan anggaran pajak rutin tahunan. Bagikan artikel ini kepada kerabat yang sedang merencanakan pembelian kendaraan ramah lingkungan di tahun ini!