Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BEI Siapkan Program Bursa Masuk Desa Tahun Ini di Soloraya

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Surakarta, IDN Times - Menyasar investor dari pedesaan, Bursa Efek Indonesia atau BEI menyiapkan program edukasi dan literasi pasar modal ke tiap kabupaten / kota di Soloraya pasca Lebaran tahun 2025 ini.

Hal tersebut, sekaligus akan menambah peningkatan transaksi pasar modal di Soloraya. Sebagaimana diketahui, pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, yakni mencapai Rp Rp 21,7 triliun.

1. Sesuai dengan TPAKD

Kepala Kantor BEI Jawa Tengah 2 adalah Muhammad Wira Adibrata. (IDN Times/Larasati Rey)
Kepala Kantor BEI Jawa Tengah 2 adalah Muhammad Wira Adibrata. (IDN Times/Larasati Rey)

Disampaikan oleh Kepala Kantor BEI Jawa Tengah 2 adalah Muhammad Wira Adibrata, mengatakan program tersebut menjadi salah satu yang diprogramkan oleh Tim Percepatan Keuangan Daerah (TPAKD).

“Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dari berbagai kabupaten ini masing masing ada program,” ujar Wira, Rabu (19/3/2025).

Wira mengungkapkan, TPAKD di tahun 2025 ini fokus pada peningkatan akses keuangan dan inklusi keuangan di daerah. Dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya UMKM, melalui program-program yang inklusif dan berkelanjutan.

“TPAKD di tahun 2025 ini bertema pasar modal. Kami sangat senang sekali karena dengan adanya program ini, kita bisa masuk dan bisa disupport oleh Pemda-Pemda,” jelasnya.

2. Program bursa masuk desa

sedang merencanakan keuangan Di Pexels (https://www.pexels.com/@tima-miroshnichenko/)
sedang merencanakan keuangan Di Pexels (https://www.pexels.com/@tima-miroshnichenko/)

Lebih lanjut, Wira mengatakan jika program ‘Bursa Masuk Desa’ ini nantinya akan dijalankan di sejumlah wilayah di Solo Raya.

“Di Boyolali ke pesantren, di Karanganyar ke aparatur desa, kita punya program Bursa Masuk Desa, di Sukoharjo untuk ASN, di Solo Kota ke ibu-ibu Bhayangkari dan Dharma Wanita,” jelasnya.

Menurut Wira, program tersebut sekaligus sebagai penguatan bahwa, investasi di pasar modal itu legal, terbuka untuk masyarakat desa dan bukan untuk kalangan tertentu, dan bisa dimulai dengan modal rendah sekitar Rp 50 ribu – Rp 100 ribu saja.

Rencananya, program tersebut akan dilakukan serentak di Soloraya setelah Lebaran tahun 2025 ini. Harapanya peningkatan literasi keuangan, mengatur keuangan dengan bijak, dan tidak mudah terkena iming-iming investasi bodong.

“Ini upaya kita untuk mengajak masyarakat di berbagai lapisan, di berbagai wilayah untuk bisa memanfaatkan keberadaan pasar modal sebagai sarana investasi,” katanya.

“Dengan literasi itu kita harapkan masyarakat bisa membentengi diri sendiri dengan tidak masuk investasi bodong. Karena untuk mencegah investasi bodong itu tidak bisa satu instansi tapi yang paling penting yang paling bisa membentengi adalah diri sendiri,” imbuhnya.

3. Peningkatan transaksi pasar modal

Kepala Kantor BEI Jawa Tengah 2 adalah Muhammad Wira Adibrata. (IDN Times/Larasati Rey)
Kepala Kantor BEI Jawa Tengah 2 adalah Muhammad Wira Adibrata. (IDN Times/Larasati Rey)

Program ini sekaligus menyambut peningkatan transaksi pasar modal di Soloraya pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, yakni mencapai Rp Rp 21,7 triliun dari tahun 2023 yang mencapai Rp 19,67 triliun.

Tahun 2024, jumlah investor di Soloraya tercatat mengalami peningkatan, sebesar 69.547 investor baru dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 51.586 investor.

Jumlah peserta Sekolah Pasar Modal (SPM) di Soloraya di tahun 2024 sebesar 45.351 orang, terhitung tinggi dari target yang hanya 13.441 peserta, dan meningkat pesat jika dibandingkan tahun 2023 yang hanya 17.643 peserta.

Sedangkan jumlah peserta Non SPM sangat signifikan peningkatannya pada 2024 hingga 33.833.658 orang dari target 66.586 peserta. Sedangkan peserta Non SPM tahun 2023 mencapai 123.581 orang.

BEI Jateng II juga mencatatkan peningkatan nilai transaksi dan jumlah investor di Soloraya sebagai berikut :

Kabupaten Boyolali nilai transaksi Rp 100.034.925.588 dan 42.724 investor.

Kabupaten Karanganyar nilai transaksi Rp 162.425.621.400 dan 41.823 investor.

Kabupaten Sragen nilai transaksi Rp 146.874.981.600 dan 38.488 investor.

Kabupaten Sukoharjo nilai transaksi Rp 416.797.109.995 dan 54.078 investor.

Kabupaten Wonogiri nilai transaksi Rp 106.446.017.950 dan 43.791 investor.

Kota Surakarta nilai transaksi Rp 936.839.769.417 dan 62.311 investor.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
Larasati Rey
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Catat! Promo Natal Tahun Baru Pertamina: BBM, Bright Gas, dan Hotel

14 Des 2025, 13:00 WIBNews