Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BMKG: Cuaca Ekstrem, Waspada Angin Kencang di Jawa Tengah Selatan
ilustrasi hujan disertai angin kencang (IDN Times/Muhammad Nasir)

Cilacap, IDN Times - Waspada angin kencang di Jawa Tengah bagian Selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat Jateng bagian selatan waspadai angin kencang yang berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan.

1. Angin kencang pengaruh bibit siklon tropis

Ilustrasi dampak bencana angin puting beliung (IDN Times/Cokie Sutrisno).

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan angin kencang yang diperkirakan terjadi di wilayah Jateng bagian Selatan ini dipicu adanya bibit siklon tropis 91s di Selatan Pulau Jawa yakni di Samudra Hindia sebelah barat daya Banten bergerak ke arah tenggara atau selatan Pulau Jawa.

"Potensi terjadinya angin kencang ini turut dipicu oleh adanya bibit siklon tropis 91S di selatan Pulau Jawa," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Selasa.

Ia mengatakan berdasarkan pantauan hingga pukul 10.15 WIB, kecepatan maksimum angin di wilayah perkotaan Cilacap yang tercatat oleh Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung mencapai 18 knot, sedangkan di Pos Meteorologi Bandara Tunggul Wulung Cilacap sebesar 17 knot.

"Selain angin kencang, masyarakat perlu waspada terhadap potensi terjadinya hujan lebat yang dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya bibit siklon tropis 91S tersebut," katanya.

2. Waspada hujan lebat disertai petir dan angin kencang

Galeri

Menurut dia, faktor lain yang berpotensi memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang kadang disertai petir dan angin kencang berupa aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) pada fase 3 (Indian Ocean), sehingga menunjukkan kondisi yang signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.

Selanjutnya, aktivitas monsun Asia berpengaruh terhadap peningkatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator termasuk sekitar wilayah Jateng, aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuator di sebagian besar wilayah Indonesia termasuk di Jateng, daerah konvergensi dan belokan angin terpantau di sekitar Jateng, serta labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah.

3. Sebagian wilayah Jawa Tengah bakal dilanda cuaca ekstrem beberapa hari ke depan

(bmkg.com)

Kondisi monsun Asia yang berpengaruh terhadap peningkatan massa udara basah ini mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem.

"Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Jateng pada 12-14 Maret," katanya.

Teguh mengatakan wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada 12-14 Maret meliputi Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Temanggung, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Kota Salatiga, Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten/Kota Semarang, Kabupaten/Kota Tegal, Kabupaten/Kota Pekalongan, dan sekitarnya.

Editorial Team

Related Article