Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bukan Cuma Diomongin, Ini Rahasia Telinga Kanan Berdenging Menurut Pri

Bukan Cuma Diomongin, Ini Rahasia Telinga Kanan Berdenging Menurut Pri
ilustrasi telinga (pexels.com/www.kaboompics.com)
Intinya Sih
  • Mitos telinga berdenging tanda "sedang diomongin" ternyata cuma berlaku di jam subuh; menurut Primbon Jawa, isyarat ini justru didominasi oleh datangnya rezeki dan kabar gembira.

  • Secara medis, fenomena ini disebut tinnitus yang murni dipicu oleh faktor fisik—mulai dari kotoran telinga yang menumpuk hingga efek keseringan memakai earphone.

  • Alih-alih overthinking atau berburuk sangka, pandangan spiritual Islam justru menganjurkan kita untuk meresponsnya dengan membaca doa dan selawat nabi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bukan Cuma Diomongin, Ini Rahasia Telinga Kanan Berdenging Menurut Primbon dan Sains

Lagi asyik-asyiknya melamun atau mengetik laporan kerjaan, tiba-tiba telinga kananmu mendenging panjang bernada tinggi: "Nggingggggg...". Secara refleks, tanganmu langsung memegang daun telinga sambil membatin, "Wah, ada yang lagi ngomongin gue di belakang nih!".

Hayo ngaku, siapa yang punya kebiasaan langsung overthinking begitu? Mengaitkan telinga berdenging dengan aksi gibah orang lain memang sudah menjadi legenda urban turun-temurun di Indonesia. Padahal, kalau kita bedah secara mendalam, fenomena ini punya tiga dimensi jawaban yang bertolak belakang: tafsir leluhur, sains kedokteran, hingga anjuran spiritual.

Daripada kamu terus-terusan curiga kepada teman sekantor atau mantan, yuk kita bongkar arti sebenarnya di balik "alarm misterius" tubuhmu ini!

1. Primbon Jawa: Pagi "Diomongin", Malamnya Dapat Rezeki

ilustrasi telinga
ilustrasi telinga (pexels.com/cottonbro studio)

Dalam kitab Primbon Jawa, telinga kanan yang berdenging sebenarnya lebih banyak membawa sinyal positif dibanding gosip miring. Rumus penentunya terletak pada jam berapa dengingan itu terjadi. Jika bunyinya muncul di pagi hari (05.00–10.00)—khususnya pada jam 5 sampai 6 subuh—barulah mitos bahwa kamu sedang menjadi bahan pembicaraan hangat itu berlaku. Namun di luar jam itu, isyaratnya bergeser menjadi pertanda datangnya rezeki tak terduga atau tamu penting.

Memasuki siang hari (11.00–13.00), dengingan ini menandakan kamu bakal mendapat kabar baik dari kerabat jauh atau mendapat undangan makan-makan. Sore harinya (15.00–18.00) menjadi kode akan ada saudara jauh yang datang menyambung silaturahmi. Puncaknya ada di malam hari (19.00–23.00); Primbon menafsirkannya sebagai simbol keberuntungan besar dan turunnya berkah dalam waktu dekat.

2. Fakta Medis: Halo Tinnitus, Bukan Halo Mistis

Pria memegang telinga kanan karena sakit
Ilustrasi telinga (pexels.com/Towfiqu Barbhuiya)

Sekarang mari kita turunkan sedikit frekuensi mistisnya dan masuk ke ruang praktik dokter. Secara sains, sensasi mendenging di telinga disebut sebagai tinnitus. Ini bukanlah sebuah kemampuan indra keenam atau kutukan, melainkan cara sistem pendengaranmu berteriak minta tolong karena adanya gangguan fisik.

Pemicu paling gampang yang sering dialami anak muda adalah paparan suara keras—seperti kebiasaan menyetel volume earphone di angka maksimal atau bekerja di tempat bising. Selain itu, tinnitus juga bisa disebabkan oleh hal sepele seperti penumpukan kotoran telinga (serumen) yang menekan gendang telinga, melemahnya saraf pendengaran akibat faktor usia, hingga indikasi Penyakit Meniere (gangguan akibat cairan abnormal di telinga dalam).

3. Respons Spiritual: Doa Penangkal Suuzon

ilustrasi fungsi saluran telinga (freepik.com/evening_tao)
ilustrasi fungsi saluran telinga (freepik.com/evening_tao)

Lalu, bagaimana kita harus bersikap saat telinga mendadak berdenging? Bagi kamu yang beragama Islam, para ulama memiliki pendekatan psikologis yang menenangkan: dilarang keras suuzon (berburuk sangka) kepada orang lain.

Alih-alih menebak-nebak siapa yang sedang menggibahimu, buat kamu yang muslim, justru disunnahkan untuk membaca selawat dan doa khusus: "Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin, dzakarahullâhu man dzakaranî bikhairin."

Doa indah ini bermakna memohon agar Allah mengingat orang yang mengingat kita dengan kebaikan. Elegan, bukan? Membalas potensi kecurigaan dengan mendoakan hal-hal baik.

Pada akhirnya, menyikapi telinga kanan yang berdenging kembali pada kebijaksanaanmu sendiri. Mau menganggapnya sebagai kode semesta untuk bersiap menerima rezeki ala Primbon, atau menjadikannya pengingat untuk segera membersihkan kotoran telinga ke dokter THT, semuanya sah-sah saja. Yang jelas, stop menuduh orang lain!

Nah, coba ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali telingamu mendenging tajam? Kira-kira setelah kejadian itu, kamu beneran ketiban rezeki nomplok, atau jangan-jangan cuma ketiban tumpukan serumen di lubang telinga? Yuk, tumpahkan pengakuanmu di kolom komentar!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More