Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Calon Jemaah di Semarang Pasrah Ibadah Umrah Kena Efek Perang Iran-USA
Seorang pria duduk di kursi depan resepsionis di kantor biro umrah dan haji Rima Tour Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Calon jemaah umrah di Semarang mendatangi biro Rima Tour untuk memastikan jadwal keberangkatan mereka yang terdampak situasi perang antara Iran dan Amerika Serikat.
  • Pihak Rima Tour meminta Kemenhaj segera berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi agar biaya visa dan hotel yang sudah dibayar tidak merugikan pihak biro maupun jemaah.
  • Beberapa maskapai seperti Scoot, Emirates, dan Qatar Airways membatalkan penerbangan umrah, sementara sembilan maskapai rute langsung dari Indonesia masih tetap beroperasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Di tengah gejolak perang yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat, sejumlah calon jemaah berdatangan ke kantor biro travel umrah dan haji, Rima Tour Semarang untuk mengonfirmasi jadwal keberangkatan mereka di Tanah Suci Makkah.

Salah satu calon jemaah yang terlihat datang ke Rima Tour ialah Murniati. Jauh-jauh ia datang ke biro travel Rima Tour demi mendapatkan kepastian keberangkatan menjalankan ibadah umrah.

"Saya rencana berangkatnya 9 Juli nanti. Nah, dengan kejadian perang di Iran ini, ya mau gimana lagi. Saya bersersh diri kepada Allah semoga saja perang yang terjadi di Iran segera berakhir," kata Murniati di sela menanyakan informasi seputar umrah di lobi kantor biro Rima Tour, Jalan Durian Raya Banyumanik Semarang, Senin (2/3/2026).

Bagi perempuan berusia 53 tahun ini, segala kejadian, apapun hasilnya tetap dipasrahkan kepada Allah SWT. Ia berharap gejolak perang secepatnya mereda agar dapat menjalankan umrah dengan khusyuk di Makkah.

"Dulu kan juga pernah pas pandemi, kita kayak ndak dapat kepastian. Terus tahu-tahu tetap bisa berangkat," akunya.

1. Biro umrah minta Kemenhaj komunikasi dengan Arab Saudi

Proses verifikasi calon jemaah umrah dilakukan di Rima Tour Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sedangkan, menurut CEO Rima Tour Semarang, Abdullah Munawar, saat ini pihaknya sedang memantau perkembangan informasi mengenai peraturan keberangkatan haji dan umrah dari pemerintah pusat.

Terkait dampak yang ditimbulkan dari perang Iran dan Amerika, katanya semestinya Kemenhaj segera berkomunikasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi untuk menanggung beban biaya visa dan hotel yang terlanjur dibayarkan oleh perusahaan biro umrah.

"Kondisi ini berbeda dengan situasi pas COVID-19. Ketika COVID-19, penutupan dilakukan oleh Saudi sehingga dia bisa melakukan refund atau penjadwalan keberangkatan ke Saudi. Kalau saat ini ketika kita yang melakukan penutupan atau pembatasan sedangkan Saudi tetap buka, maka tentu kondisinya akan berbeda. Mustinya perlu dipikirkan menyeluruh supaya tidak ada pihak yang dirugikan," tegasnya.

2. Biro umrah minta kepastian kebijakan

Inin Nastain/ calhaj Majalengka

Ia ingin ada gerak cepat dari Kemenhaj agar dapat memberi kepastian bagi perusahaan biro umrah. Sebab saat ini Kemenhaj baru sekedar mengimbau kepada masyarakat agar menunda perjalanan umrahnya.

"Itu kan sifatnya imbauan. Boleh dilaksanakan boleh tidak," timpal Dwi Widayanto, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Harmain Indonesia (Aspirasi) Jawa Tengah.

3. Sejumlah maskapai batalkan penerbangan umrah

Inin Nastain/ Calhaj Majalengka berangkat dari BIJB

Lebih lanjut lagi, berdasarkan informasi yang diterima pihak Rima Tour, beberapa maskapai penerbangan memutuskan membatalkan perjalanan. Adapun maskapai penerbangan dengan rute transit seperti Scoot, Emirates dan Qatar Airways dipastikan membatalkan perjalanan.

"Sampai saat ini dibatalkan tapi belum ada info kapan mau dibuka lagi," tambahnya.

Sedangkan maskapai yang tetap terbang untuk keberangkatan umrah dari Indonesia terdapat sembilan maskapai. Di antaranya Garuda Indonesia, Lion Air, AirAsia.

"Untuk maskapai yang rutenya direct atau yang tanpa transit itu tetap jalan sih, tetap terbang. Kalau di data kami sih ada sembilan yang tetap terbang, sampai saat ini yang beroperasi. Garuda, Saudi, Lion Air, terus AirAsia, Batik, Oman itu termasuk yang tetap terbang," paparnya.

Editorial Team