Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Calon Taruna asal Papua Barat Tewas Terjatuh di Gedung Hoegeng Akpol Semarang
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yulianto. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Calon bhayangkara taruna asal Papua Barat berinisial AMM, 19 tahun, ditemukan meninggal setelah terjatuh dari lantai tiga Gedung Hoegeng di kompleks Akpol Semarang.
  • AMM ditemukan terluka pada Kamis malam dan sempat dibawa rekan-rekannya ke RS Akpol untuk perawatan intensif, tetapi nyawanya tidak tertolong.
  • Polda Jawa Tengah menyatakan penyebab AMM terjatuh masih belum diketahui. Jenazah berada di RS Bhayangkara dan direncanakan dibawa keluarga ke Makassar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
30 Juni 2026

AMM ditemukan terjatuh dari lantai tiga Gedung Hoegeng di kompleks Akpol Semarang pada pukul 19.30 WIB. Ia dibawa ke RS Akpol, tetapi meninggal dunia.

31 Juli 2026

Polda Jawa Tengah menyatakan penyebab AMM terjatuh masih belum diketahui. Keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah, sementara jenazah berada di RS Bhayangkara untuk pemulasaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Calon bhayangkara taruna berinisial AMM meninggal dunia setelah ditemukan terjatuh dari lantai tiga Gedung Hoegeng di kompleks Akpol Semarang.
  • Who?
    AMM, calon taruna berusia 19 tahun asal Papua Barat, meninggal setelah sempat dibawa rekan-rekannya ke RS Akpol. Polda Jawa Tengah menangani informasi kejadian ini.
  • Where?
    AMM ditemukan di Gedung Hoegeng, kompleks Akademi Kepolisian Semarang. Jenazahnya berada di RS Bhayangkara untuk pemulasaran.
  • When?
    AMM ditemukan pada Kamis malam, 30 Juni 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Konfirmasi dari Polda Jawa Tengah disampaikan pada 31 Juli 2026.
  • Why?
    Penyebab AMM terjatuh hingga meninggal per saat ini masih belum diketahui. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kejadian tersebut.
  • How?
    AMM ditemukan dalam kondisi terluka setelah terjatuh. Rekan-rekannya membawanya ke RS Akpol untuk perawatan intensif, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah direncanakan dibawa keluarga ke Makassar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
AMM, calon taruna umur 19 tahun dari Papua Barat, ditemukan jatuh dari lantai tiga Gedung Hoegeng di Akpol Semarang. Ia dibawa ke rumah sakit, tapi tidak bisa ditolong dan meninggal. Polisi belum tahu kenapa AMM jatuh. Sekarang jenazahnya ada di RS Bhayangkara dan akan dibawa keluarga pulang ke Makassar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Seorang calon bhayangkara taruna (Cabatar) asal Provinsi Papua Barat berinisial AMM ditemukan meninggal dunia dalam posisi terjatuh dari lantai tiga Gedung Hoegeng, kompleks Akpol Semarang. Polda Jawa Tengah menyatakan AMM ditemukan meninggal dunia Kamis malam (30/6/2026) pukul 19.30 WIB.

"Kami belum tahu penyebab yang bersangkutan kenapa bisa ditemukan terjatuh," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Yulianto saat dikonfirmasi di Mapolda Jateng, Kamis (31/7/2026).

Saat AMM ditemukan, katanya kondisinya terluka. Oleh sejumlah rekan, lalu membawa AMM ke RS Akpol guna mendapat perawatan intensif.

"Namun yang bersangkutan tidak bisa tertolong. Dan dinyatakan meninggal dunia. Saat ini jenazahnya masih di RS Bhayangkara untuk dilakukan pemulasaran. Selanjutnya jenazahnya bisa dibawa pulang oleh keluarga ke Makassar," paparnya. 

Pihaknya menekankan AMM sebetulnya merupakan Cabatar yang telah dinyatakan lolos seleksi pendidikan integrasi. Pendidikan integrasi ini diselenggarakan Polri dengan Mabes TNI di Akmil Magelang.

AMM tercatat berusia 19 tahun. AMM menjadi satu dari sekian banyak calon taruna yang dikirim dari Polda luar Jawa untuk memperoleh pendidikan khusus di Akpol.

Dari data yang dikumpulkan, pihaknya memperoleh informasi bahwa AMM sebenarnya hendak diberangkatkan ke Magelang untuk mengikuti pendidikan integrasi bersama para taruna TNI.

"Dia taruna pengiriman dari Papua Barat. Biasanya mereka ini dikirim dari wilayah wilayah, dari polda-polda terus diseleksi lagi selama sebulan. Lalu muncul pengumuman hasilnya. Kalau ternyata gak lulus maka kembali lagi ke wilayah asal. Nah (Cabatar AMM) ini lulus maka tadinya dikirim ke Magelang. Statusnya calon bhayangkara taruna," ungkapnya.

Ia pun menyampaikan berdasarkan keterangan yang didapat Polda Jateng, pihak keluarga mengklaim telah menerima kabar meninggalnya AMM di Akpol. Keluarga almarhum mengaku sudah ikhlas dengan kejadian tersebut.

"Kami sudah dapat konfirmasi bahwa keluarga korban menerima ini sebagai musibah. Tentu saja semoga kejadian ini tidak merepotkan siapa pun," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article