Catat! Pemkot Semarang Janji Beri Kuota Internet buat Siswa dan Guru
1. Pemberian kuota internet untuk menunjang PJJ selama pandemik COVID-19

Kebijakan pemberian kuota internet secara gratis diupayakan, karena metode pembelajaran jarak jauh yang saat ini dilakukan selama pandemik COVID-19. PJJ meningkatkan penggunaan kuota internet yang lebih dari biasanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Hari Waluyo mengatakan, pemberian kuota internet gratis bagi peserta didik TK, SD, SMP dalam kewenangan Pemerintah Kota Semarang.
"Sedangkan untuk peserta didik setingkat SMA sendiri berada pada kewenangan Pemerintah Provinsi, sehingga tidak dalam ruang lingkup kebijakan ini," ungkapnya melalui keterangan resmi kepada IDN Times, Senin (10/10/2020).
2. Kuota internet juga akan diberikan kepada guru dan tenaga pendidik

Sesuai rencana, kuota gratis diberikan tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru atau tenaga pendidik. Hanya saja,, imbuh Hari, dalam mekanismenya harus memenuhi beberapa persyaratan seperti tercatat pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 31 Desember 2019.
"Syarat itu diantaranya memiliki nomor unik pendidik, tenaga kependidikan, dan beberapa hal administrasi lainnya. Kami berharap persyaratan tersebut tidak menjadi kendala dalam program pemberian kuota nantinya bagi semua sekolah yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kota Semarang," jelasnya.
3. Untuk swasta tergantung kebijakan pihak sekolah
.jpg)
Untuk diketahui, mekanisme pemberian kuota diambilkan dari dana BOS yang kemudian pihak sekolah di Kota Semarang akan membelanjakan kuota internet bagi siswa.
Hari menjelaskan, diambilnya dari dana BOS dilakukan agar sekolah negeri maupun swasta dapat membelanjakan kuota bagi para siswanya. Bagi sekolah negeri semua siswa dibelikan kuota, sedangkan untuk sekolah swasta memang tergantung pihak sekolah.
“Karena dana BOS itu kan hibah kepada sekolah. Dalam hal ini tergantung penerima hibah. Kalau sekolah menganggarkan pembelian kuota dalam RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) berarti tidak ada masalah,” tuturnya.
4. Siswa tak perlu melakukan permohonan kepada sekolah

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan, melalui program kuota internet gratis yang akan diupayakan tersebut, siswa tidak perlu mengajukan permohonan kepada sekolah. Karena secara otomatis semua siswa akan mendapatkan dukungan kuota internet.
"Kalau yang melalui permohonan itu kan hanya beberapa siswa. Kalau yang ini diupayakan bisa semuanya diberi, tidak memandang miskin ataupun kaya. Kuota internet bisa otomatis masuk ke nomor masing-masing," katanya.
Maka, imbuh Hendi sapaan Hendrar Prihadi, harapannya yang ada dalam kewenangan kami, tidak ada yang terlewat. Sebab, saat ini memang semuanya butuh. Selain itu, regulasinya juga mengizinkan.


















