Colok Seharian? Trik Hemat Listrik Pakai Rice Cooker Biar Tagihan PLN Gak Membengkak

- Kebiasaan membiarkan rice cooker terus menyala dalam mode hangat bisa bikin tagihan listrik membengkak karena konsumsi daya tetap berjalan meski kecil.
- Ada empat trik hemat listrik: gunakan air panas saat memasak, cabut colokan setelah nasi matang, pilih kapasitas sesuai kebutuhan, dan jaga kebersihan alat.
- Membersihkan panci dan elemen pemanas secara rutin membantu efisiensi panas, mempercepat proses masak, serta mengurangi pemborosan energi di rumah.
Colok Seharian? Trik Hemat Listrik Pakai Rice Cooker Biar Tagihan PLN Gak Membengkak
Boyolali, IDN Times — Rice cooker atau penanak nasi digital bisa dibilang sudah menjadi alat elektronik wajib di setiap rumah. Praktis dan efisien, tinggal masukkan beras dan air, pencet tombolnya, lalu ditinggal beraktivitas. Beres, deh! Namun, sadar atau tidak, kebiasaan sejuta umat setelah nasi matang adalah membiarkan kabel rice cooker tetap menancap di stopkontak selama berjam-jam—bahkan seharian penuh—demi menjaga nasi tetap hangat.
Padahal, membiarkan penanak nasi berada dalam mode menghangatkan (warm) sepanjang waktu adalah salah satu pemicu tagihan PLN diam-diam membengkak atau token cepat habis, Lur! Meskipun daya listrik saat menghangatkan jauh lebih kecil dibanding saat memasak, akumulasi dayanya jika dibiarkan menyala 24 jam non-stop tetap saja menguras kantong.
Biar dompet aman dan makan nasi tetap nikmat, yuk simak 4 trik menghemat listrik penggunaan rice cooker berikut ini, Sedulur!
1. Masak Nasi Menggunakan Air Panas atau Air Dispenser

Trik pertama ini tergolong sangat simpel tetapi jarang dipraktikkan, padahal efisiensinya sangat tinggi untuk menghemat listrik.
Rice cooker membutuhkan daya listrik paling besar (sekitar 300 hingga 400 Watt) pada fase cook alias saat mendidihkan air untuk mematangkan beras. Jika kamu memasukkan air dingin, mesin memerlukan waktu sekitar 20-30 menit untuk mencapai titik didih.
Gantilah air dingin dengan air panas dari dispenser atau teko. Dengan air yang sudah panas, rice cooker tidak perlu bekerja keras dari nol untuk memanaskan air. Alhasil, waktu memasak bisa dipangkas hingga setengahnya, dan konsumsi daya listrik ber-Watt besar pun otomatis berkurang drastis!
2. Batasi Mode "Warm", Cabut Colokan Setelah Nasi Matang

Menjaga nasi tetap hangat memang enak, tapi membiarkannya tercolok seharian penuh dari pagi sampai malam adalah pemborosan energi yang sia-sia.
Mode warm mengonsumsi daya sekitar 40 hingga 80 Watt. Jika dikalikan belasan jam, angkanya cukup signifikan. Selain bikin tekor, menyalakan mode hangat terlalu lama juga berisiko membuat nasi menjadi kering, menguning, dan berkurang kelezatannya.
Biasakan untuk langsung mencabut colokan listrik begitu nasi sudah matang. Jika ingin makan dalam kondisi hangat, kamu cukup mencolokkan kembali kabel listrik sekitar 15-20 menit sebelum waktu makan tiba.
3. Sesuaikan Kapasitas Rice Cooker dengan Jumlah Anggota Keluarga

Jangan tergiur membeli rice cooker berkapasitas besar jika jumlah orang di dalam rumah hanya sedikit, Lur.
Semakin besar kapasitas literan sebuah rice cooker, maka semakin besar pula elemen pemanas di dalamnya. Artinya, daya listrik (Watt) dasar yang dibutuhkan untuk mengoperasikan alat tersebut juga akan jauh lebih tinggi.
Jika Sedulur hanya tinggal berdua atau bertiga di rumah, gunakan rice cooker ukuran kecil atau mini (kapasitas 0,5 sampai 1 liter) yang umumnya hanya memakan daya sekitar 200 Watt saja saat memasak.
4. Rajin Membersihkan Panci Inner Pot dan Elemen Pemanas

Kondisi fisik alat yang kotor ternyata bisa membuat kinerja pemanasan menjadi terhambat dan boros listrik.
Kerak nasi yang menempel di bagian bawah panci luar, atau adanya debu dan kotoran pada piringan pemanas (heating plate) di dalam mesin, akan bertindak sebagai isolator. Hal ini membuat transfer panas dari mesin ke beras menjadi terhambat, sehingga proses memasak berlangsung jauh lebih lama dari waktu normal.
Pastikan bagian luar panci dalam keadaan benar-benar kering dan bersih sebelum dimasukkan ke dalam mesin. Secara berkala, lap piringan besi pemanas di dalam rice cooker menggunakan kain kering untuk memastikan proses penghantaran panas berjalan maksimal dan efisien.
Nah, itulah 4 trik mudah menghemat listrik dari penggunaan rice cooker yang bisa langsung kamu praktikkan di rumah mulai hari ini. Yuk, mulai kurangi kebiasaan colok seharian demi keuangan rumah tangga yang lebih sehat dan bebas tekor. Selamat mencoba, Sedulur!
























