Ilustrasi RSUD dr Moewarni. (IDN Times/Larasati Rey)
Ketua Pelaksana Gugus Tugas COVID-19, Ahyani mengatakan tambahan kasus positif COVID-19 tersebut berasal dari pengembangan tracing kluster Nakes RSUD dr Moewardi (RSDM), dan kluster Tahu Kupat.
Ahyani merinci, 43 kasus baru tersebut berasal dari kluster RSDM sebanyak 29 kasus, 11 kasus dari masyarakat umum, dan 2 kasus tambahan dari kluster Tahu Kupat.
"Penambahan Jumat ini yang terbesar. Kluster RSDM masih mendominasi, tapi dari masyarakat umum juga banyak. Jumlah ini kemungkinan bisa bertambah pada Sabtu (18/7/2020) dan Minggu (19/7/2020)," jelasnya Jumat (17/7).
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan kluster RSDM yang terkonfirmasi COVID-19 semuanya berstatus tenaga medis (nakes). "Ada yang Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), ada yang dokter, ada perawat, campur-campur ini,"jelasnya.