Semarang, IDN Times - KAI Daop 4 Semarang menyiagakan sebanyak 393 personel keamanan gabungan untuk mengantisipasi gangguan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriyah. Dari total personel sebanyak itu, sekitar 117 personel di antaranya merupakan Polsuska. Sedangkan sisanya 208 petugas keamanan, serta 68 personel pengamanan eksternal dari TNI/Polri.
Disamping itu sistem pengawasan CCTV juga dioptimalkan untuk memantau aktivitas di area publik.
Dewan Komisaris KAI I Wayan Sugiri mengutarakan, seluruh elemen harus disiplin dan proaktif dalam mengidentifikasi, mengantisipasi, serta mengatasi potensi risiko.
"Mari berkolaborasi untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan yang mempercayakan perjalanan mereka kepada KAI. Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional KAI, terutama selama masa angkutan Lebaran," ungkapnya, di sela apel pasukan gabungan di Stasiun Tawang Semarang, Jumat (13/3/2026).
Soal kerawanan gangguan perjalanan kereta, katanya kini terpetakan 39 daerah yang menjadi perhatian khusus, dengan mengerahkan 114 personel ekstra, terdiri dari 14 petugas pemeriksa jalur, 61 petugas ekstra penjaga pintu perlintasan di 33 Lokasi di seluruh wilayah Daop 4 Semarang, serta 39 petugas ekstra untuk memantau daerah perhatian khusus.
Selain itu, keandalan sarana juga telah dipastikan melalui ramcek lokomotif dan kereta. Sebanyak 20 lokomotif, 138 kereta penumpang, 17 kereta pembangkit, siap dioperasikan guna memberikan layanan terbaik bagi penumpang.
Untuk menyukseskan penyelenggaraan angkutan Lebaran, KAI Daop 4 Semarang berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, komunitas pecinta kereta api, serta instansi lainnya.
