ilustrasi ayah berbicara dengan putranya (pexels.com/cottonbro studio)
Sebelum anak benar-benar berpuasa full day, penting untuk menanamkan motivasi yang kuat. Cara paling mudah? Lewat cerita dan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari! Misalnya, ceritakan pengalaman pribadi atau kisah saudara yang pertama kali berhasil puasa penuh.
Selain bercerita, memberi contoh langsung juga sangat berpengaruh. Jika anak melihat Ayah, Ibu, atau kakaknya menjalankan puasa dengan semangat, mereka pasti lebih termotivasi untuk ikut berlatih.
Coba ajak ngobrol santai saat sahur atau menjelang berbuka, misalnya dengan mengatakan, "Nak, tahu nggak? Dulu waktu pertama kali Ibu puasa seharian, rasanya juga berat. Tapi Ibu pikir, ini kan buat belajar sabar, biar jadi lebih kuat. Waktu akhirnya berhasil, wah, senangnya luar biasa! Kamu juga pasti bisa, kalau kamu bisa, nanti kita bikin buka puasa spesial, yuk!"
Selain membuat anak lebih semangat, beri tahu juga manfaat puasa dengan bahasa yang mudah dipahami. Dari sisi spiritual, puasa mengajarkan untuk lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih peduli dengan orang lain yang mungkin tidak selalu punya makanan yang cukup.
Puasa juga membuat kita lebih dekat dengan Allah karena kita belajar mengendalikan diri dan menahan hawa nafsu. Dari sisi kesehatan, puasa memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat, membantu membersihkan racun secara alami, dan setelah beberapa hari, tubuh akan terasa lebih segar dan ringan.