ilustrasi berdoa (freepik.com/jcomp)
Sama halnya dengan doa akhir tahun, kesunahan membaca doa awal tahun ini juga disarikan dari kitab Kanzun Najah was-Surur yang mengutip amalan para salafus saleh (generasi terdahulu yang saleh). Doa ini dibaca untuk memohon perlindungan dari godaan setan dan bala bencana selama setahun ke depan.
Berikut adalah lafal doa awal tahun yang bisa kamu baca:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Allāhumma antal-abadiyyul-qadīmul-awwalu, wa ‘alā fadhlikal-‘adhīmi wa karīmi jūdikal-mu‘awwalu, wa hādzā ‘āmun jadīdun qad aqbala, as’alukal-‘ishmata fīhi minasy-syaithāni wa auliyā’ihi, wal-‘auna ‘alā hādzihin-nafsil-ammārati bis-sū’i, wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfā, yā dzal-jalāli wal-ikrām.
Artinya:
"Ya Allah, Engkau Yang Abadi, Yang Qadim, dan Yang Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, tahun baru ini telah datang. Aku memohon perlindungan-Mu di tahun ini dari setan dan para pengikutnya, bantuan untuk mengendalikan nafsu yang sering mengajak pada keburukan, serta kesibukan dalam amalan yang mendekatkanku pada-Mu. Wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan."
Melafalkan kedua doa di atas merupakan bentuk adab seorang hamba yang tahu diri. Kita menutup buku catatan amal lama dengan istigfar (memohon ampunan), dan membuka lembaran buku baru dengan basmalah serta doa kebaikan.
Nah, itulah panduan 3 listicle penting mengenai teks doa akhir dan awal tahun baru Islam 1448 H. Jangan lupa pasang alarm di HP agar kamu bisa membaca doa akhir tahun tepat sebelum azan Magrib berkumandang ya, Lur. Selamat menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, semoga kita selalu dalam lindungan-Nya!
Apakah membaca doa akhir dan awal tahun baru Hijriah merupakan hal yang wajib? | Tidak wajib. Membaca doa akhir dan awal tahun hukumnya adalah sunah atau dianjurkan (mustahab) sebagai amalan baik untuk menutup dan membuka lembaran tahun dengan berzikir dan memohon ampunan kepada Allah SWT. |
Bagaimana jika saya terlambat dan baru sempat membaca doa akhir tahun setelah waktu Magrib? | Jika waktu Magrib sudah lewat, secara kalender Hijriah Anda sudah memasuki hari pertama bulan Muharram. Anda tidak perlu mengulang doa akhir tahun, melainkan bisa langsung membaca doa awal tahun saja, karena waktu utama doa akhir tahun sudah habis. |
Bolehkah wanita yang sedang haid atau nifas mengamalkan doa akhir dan awal tahun ini? | Boleh. Wanita yang sedang haid atau nifas tetap dianjurkan membaca doa ini. Karena esensi dari doa ini adalah zikir dan permohonan ampun, bukan ibadah ritual syariat yang membutuhkan kesucian fisik seperti salat atau menyentuh mushaf Al-Qur'an. |
Siapakah sahabat Nabi yang pertama kali mengusulkan penentuan awal kalender Hijriah dimulai dari bulan Muharram? | Kalender Hijriah diprakarsai oleh Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, namun usulan agar bulan Muharram dijadikan sebagai bulan pertama dalam setahun datang dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. |