Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Disbudparekraf Jateng Tunjukkan Keunikan Wisata Religi Kepada Gen Z
Sekdin Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Disbudparekraf Jateng menggelar program On The Spot untuk mengeksplorasi potensi wisata religi di Demak, Kudus, dan Semarang guna menarik minat Gen Z terhadap sejarah Islam.
  • Kegiatan ini melibatkan jurnalis dan influencer agar konten yang dihasilkan dapat memperluas promosi wisata religi sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
  • Selain berdoa, wisata religi dikembangkan sebagai sarana edukasi, toleransi budaya, serta pengenalan UMKM lokal seperti jenang Kudus dan kopi colo dengan kunjungan mencapai hingga 1 juta per tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Dinas Kebudayaan Pariwisata, Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah menggelar program On The Spot (OTS) dengan menyisir potensi wisata religi di wilayah Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus dan Kota Semarang.

Kegiatan dilakukan sebagai upaya strategis untuk mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus mengenalkan sejarah Islam kepada Gen Z di wilayah Pantura.

​Sekretaris Disbudparekraf Jateng, Endro Wicaksa mengatakan kegiatan On The Spot yang diikuti jurnalis, dan influencer mengunjungi beberapa titik di antaranya makan Sunan Muria Kudus. Di mana wisata tersebut menawarkan sensasi wisata religi berbalut keindahan alam yang asri.

"Kami ingin ajak jurnalis dan influencer supaya nantinya hasil kontennya bisa menyampaikan pengalaman kepada masyarakat. Target wisata meningkat dan semakin diminati oleh masyarakat," kata Endro, Selasa (19/5).

Bahwa wisata religi, pihaknya menyampaikan tidak semata-mata untuk hanya sekedar berdoa. Namun, di sisi lain tersimpan nilai edukasi, toleransi budaya, dan sejarah bangsa.

"Jadi kami ingin mengubah paradigma bahwa wisata religi hanya sekadar datang dan berdoa. Lebih dari itu, ada nilai edukasi, toleransi budaya, dan sejarah bangsa yang luar biasa yang bisa kita 'jual' ke paket wisata yang lebih modern," ungkapnya.

Kunjungan wisatawan di obyek wisata religi Kudus dan Demak capai 1 juta jiwa

Selain itu, pihaknya mengajak masyarakat usai mengunjungi wisata Sunan Muria dari lereng gunung Muria diharapkan wisatawan pulang bisa mampir ke museum Kretek.

"Di situ kami ingin mengajak masyarakat wisata untuk mampir ke kretek. Di situ bisa kunjungi UMKM khas Kudus, seperti jenang kudus, kopi colo," jelasnya.

Dari data dinas bahwa wisata religi kunjungan besar ada di Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus. Meski wisata religi sudah berkembang sebelumnya, pihaknya menginginkan ke depannya ingin bisa menarik wisatawan.

"Wisata religi di Kudus ada makan Sunan Muria kudus, dan ada Makan Sunan Kalijaga dan museum kretek dan desa wisata. Kunjungan per tahun luar biasa 7.500 sampai 1 juta per tahun," pungkasnya.

Editorial Team