Perpusda Kudus Didorong Berikan Ruang Baca Inklusif Demi Pacu Literasi

Semarang, IDN Times - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Perpusda) Kabupaten Kudus sedang didorong untuk memfasilitasi ruang baca yang inklusif untuk meningkatkan minat baca masyarakat setempat.
Bunda Literasi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menuturkan sebaiknya Perpusda Kudus memperbanyak event sehingga masyarakat tertarik untuk datang dan membaca. Juga harus ada literasi baca dan tulis Alquran, mengingat Kudus adalah kota santri.
"Kita apresiasi gedung perpustakaan baru kabupaten Kudus ini, kita berharap fasilitas ruang baca yang nyaman dan inklusif yang ada di sini akan menarik minat baca masyarakat. Sehingga TKM dan IPLM Jawa Tengah akan kembali di peringkat dua nasional," harap Ning Nawal, didampingi Bunda Literasi Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani Sam'ani Intakoris, Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Arpusda Jateng diketahui posisi Tingkat Kegemaran Membawa (TKM) Jawa Tengah merosot ke peringkat 26 nasional dengan skor 57,11.
Sementara untuk peringkat IPLM (Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat), Jawa Tengah menempati posisi 11, dengan skor 38.86.
Saat ini, pihaknya menyarankan ada penguatan program dan kegiatan literasi agar TKM dan IPLM di seluruh kabupaten/kota Jawa Tengah bisa meningkat.
"Kita berjuang bisa kembali peringkat dua, saat ini kita posisi bawah setelah Banten," akunya.
Saat melihat Perpusda Kudus, ia melihat penataan ruang baca anak, yang dinilai mampu menarik minat baca anak sejak dini. Nawal juga menyempatkan diri berdialog dengan pengunjung Perpusda.
"Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan program Bunda Literasi Jateng untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di seluruh kabupaten/kota Jawa Tengah," paparnya.
Kepala Perpusda Kudus, Mutrikah menjelaskan, ada sejumlah fasilitas yang tersedia. Yakni fasilitas ruang baca modern yang nyaman, estetik, dan cozy. Ruang baca anak & bermain, sebuah tempat khusus bagi anak-anak agar betah belajar. Ada bioskop atau teater mini, yaitu fasilitas nonton film edukasi (kesehatan, anak, dan anti-bullying).
"Ada ruang multimedia dan komputer, sebuah area yang dilengkapi komputer dan akses WiFi, cocok untuk mengerjakan tugas. Ada koleksi buku terlengkap, termasuk rujukan. Untuk layanan sirkulasi ada peminjaman, ada juga perpustakaan keliling jemput bola ke sekolah," katanya.
Menurutnya, per April 2026, koleksi buku cetak di Perpusda Kudus mencapai 47.267 eksemplar dengan 32.962 judul. Dengan pengunjung mencapai 32.557 orang, puncak kunjungan per hari 700 orang.


















