Dishanpan Jateng Putuskan Intervensi Harga Beras dan Minyak Goreng 19 Kabupaten

Semarang, IDN Times - Menjelang tutup tahun 2024, Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah memilih melakukan intervensi untuk mengendalikan dua komoditas di pasaran.
Dalam pantauan beberapa hari terakhir, pihak Dishanpan memang menemukan adanya lonjakan harga beras dan minyak goreng.
1. Ada kenaikan harga beras dan minyak goreng

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Dishanpan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, mengungkapkan naiknya harga beras saat ini terus terjadi.
Beberapa pasar tradisional terpantau oleh pihaknya telah menjual beras melebihi batas harga eceran tetap (HET).
"Ada sedikit kenaikan tapi hanya untuk komoditas beras dan minyak. Cuman masih di harga wajar. (Komoditas) lainnya stabil, malahan ada yang potensi turun. Makanya kami melakukan intervensi berupa subsidi pangan," ungkap Sri, Sabtu (14/12/2024).
2. Salurkan beras subdisi di 19 kabupaten/kota

Pada pertengahan bulan ini pihaknya mengerjakan penyaluran subsidi beras di 19 kabupaten/kota yang ditemukan lonjakan harga beras maupun minyak goreng. Salah satunya juga dilakukan di Semarang.
Untuk harga beras, pihaknya memberikan subsidi dengan harga patokan Rp11.000 per kilogram. Sedangkan minyak goreng dengan harga subsidi menjadi Rp14 ribu per liter.
Lonjakan dua komoditas tersebut, katanya lantaran banyaknya warga tidak mampu yang mencari akses pembelian dengan harga murah.
Oleh karenanya untuk 19 kabupaten/kota, pihaknya menggelontorkan 190 ton beras. Dan juga 30 ribu liter minyak goreng.
"Beras yang dijual untuk harga subsidi ada sebanyak190 ton untuk minyak kurang lebih 30.000. Kami lakukan dalam rangka intervensi," terangnya.
3. Bulog: Persediaan beras cukup sampai Mei 2025

Pimpinan Wilayah Bulog Divre Jawa Tengah, Sopran Kenedi menjelaskan ketersediaan stok beras sampai April atau Mei 2025 mendatang relatif mencukupi. Bahkan ada indikasi bahwa persediaan beras saat perayaan Idulfitri nanti masih surplus.
"Jumlah stok masih cukup sampai bulan April sampai Mei 2025 jadi relatif untuk persiapan Idulfitri sama sekali enggak ada masalah, masih ada surplus sampai dengan menjelang panen raya," akunya.
Ia mengklaim nantinya mendapat tambahan stok beras dari produksi dalam negeri. Stok yang aman juga terjadi pada minyak goreng, tepung terigu, gula pasir.



















