Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Efek Kemarau, Kawanan Monyet Goa Kreo Tepergok Masuk Kamar Warga
Ilustrasi. Kawanan kera ekor panjang Goa Kreo sedang mencari makan. IDN Times/Fariz Fardianto

Semarang, IDN Times - Kawanan monyet ekor panjang yang mengalami dampak musim kemarau di obyek wisata Goa Kreo Semarang mulai merambah ke pemukiman penduduk.

Pengelola obyek wisata Goa Kreo mulai mendapat banyak laporan dari warga sekitar mengenai ditemukannya kawanan monyet masuk ke rumah-rumah warga. 

1. Kawanan monyet masuk ke Jatibarang dan Kandri

Kawanan monyet berburu makanan di kawasan perbatasan hutan lindung dan pemukiman rumah warga. (IDN Times/Wildan Ibnu)

Kepala UPTD Goa Kreo Semarang, Anto Toto Winarto mengatakan, kawanan monyet ekor panjang yang turun ke pemukiman warga kini sudah merambah sampai ke Mijen, Jatibarang dan Kandri. 

"Mereka (monyet) berkembangnya sampai ke Jatibarang, dari waduk (Jatibarang) larinya ke sana sampai TPA Jatibarang. Hidupnya berkelompok. Terus juga ada yang masuk ke Kampung Kandri, Sadeng," ujar Anto saat dikonfirmasi IDN Times, Jumat (11/8/2023). 

2. Ada juga monyet yang masuk ke dalam kamar

Waduk Jatibarang di kawasan wisata Goa Kreo Gunungpati Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Menurut Anto, walaupun kerap memasuki kampung, warga sudah terbiasa dengan munculnya monyet ekor panjang.

Perilaku monyet biasanya kerap berburu makanan. Monyet asal Goa Kreo yang merambah ke perkampungan umumnya tidak pernah mengganggu warga. 

"Tetapi warga sudah terbiasa. Mungkin karena cuaca yang sekarang sudah masuk kemarau, jadinya kekurangan makanan. Kalau mereka sudah melebar ya kurang tahu apakah yang diambil buah atau hasil panen masyarakat di kebun. Terus ada info juga kalau ada monyet yang masuk ke kamar rumah warga sekitar Kreo," akunya. 

3. Populasi monyet ekor panjang sebanyak 700 ekor

Seekor kera ekor panjang yang menghuni Goa Kreo Semarang. IDN Times/Fariz Fardianto

Untuk saat ini, Anto memperkirakan populasi monyet ekor panjang di Goa Kreo sudah melebihi kapasitas. Terdapat kurang lebih 600-700 ekor monyet ekor panjang yang menghuni Goa Kreo dengan laju perkembangbiakan yang sangat pesat. Umur monyet ekor panjang paling tua yaitu 26 tahun. 

Monyet ekor panjang selain mayoritas hidup di mulut goa sampai area wisata, selama ini juga banyak ditemukan di pinggiran Waduk Jatibarang. 

"Populasinya sudah over atau melebihi jumlahnya. Di Goa Kreo populasinya mencapai 6.00-700 ekor. Jadinya emang jumlahnya over karena perkembangannya sangat pesat. Makanya kawanan monyet di sini kalau mencari makanan terutama pas kemarau sampai ke daerah sekitarnya. Kalau yang di Goa Kreo perilakunya sudah terkendali. Warga banyak yang paham dan gak panik," terang Anto. 

4. Monyet ekor panjang tidak pernah ganggu wisatawan

Objek Wisata Goa Kreo (google.com/maps/nurul afifatur rohmah)

Kendati demikian, pihaknya menegaskan tak setuju kalau nantinya populasi monyet ekor panjang dikurangi dengan cara dibunuh. Sebab, keberadaan monyet ekor panjang di Goa Kreo memiliki sejarah yang panjang dan bisa hidup berdampingan dengan warga setempat. 

Monyet ekor panjang di Goa Kreo juga memiliki tubuh yang gemuk sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. 

"Kalau ditanya berapa banyak kenaikan populasinya, terus terang sampai sekarang susah mendatangi. Untuk monyet di Kreo kebanyakan gemuk-gemuk karena kita punya anggaran khusus untuk makananya. Monyet ini tidak mengganggu pengunjung. Jadi jangan dimusnahkan, kasihan. Apalagi kan hidupnya monyet di sini ada sejarah panjangnya," paparnya. 

Editorial Team

Related Article