Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Emak-emak Sampangan Dilatih Bikin Hidroponik: Irit Air di Lahan Sempit
Wakil Ketua ‎Yayasan El Wahid Foundation Sinergi Nusantara Naiful Haris membekali pelatihan hidroponik. (IDN Times/Dok Yayasan Wahid)
  • Anggota KWT Bidadari di Kelurahan Sampangan, Semarang, mengikuti pelatihan hidroponik hemat air untuk mengoptimalkan pekarangan dan lahan sempit sebagai sumber pangan produktif.
  • Pelatihan mencakup perakitan instalasi sederhana, penyemaian benih, penanaman, perawatan, pengelolaan nutrisi, serta pemasaran sayuran agar peserta dapat menerapkannya mandiri.
  • Program lanjutan pembangunan dua instalasi hidroponik berukuran 10x2 meter ini ditujukan memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang pendapatan dari hasil panen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (27/7/2026)

Yayasan El Wahid Foundation Sinergi Nusantara membuka pelatihan hidroponik bagi anggota KWT Bidadari di Balai KWT Bidadari, Kota Semarang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Anggota KWT Bidadari mengikuti pelatihan pembuatan dan budidaya sayuran sistem hidroponik hemat air, termasuk perakitan instalasi, penyemaian, perawatan tanaman, pengelolaan nutrisi, serta pemasaran hasil panen.
  • Who?
    Anggota KWT Bidadari Kelurahan Sampangan, Yayasan El Wahid Foundation Sinergi Nusantara, Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning, Yayasan Karya Rumah Sahabat, Zakiyah, Naiful Haris, dan Yanuar Aris Budiharto terlibat dalam kegiatan.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Balai KWT Bidadari, Kelurahan Sampangan, Kota Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    Pelatihan dibuka pada Senin, 27 Juli 2026.
  • Why?
    Pelatihan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan anggota KWT memanfaatkan lahan sempit sebagai sumber pangan produktif, mendukung ketahanan pangan keluarga, serta membuka peluang tambahan pendapatan melalui penjualan sayuran.
  • How?
    Peserta menerima materi hidroponik dan pemasaran, lalu mempraktikkan perakitan instalasi sederhana, penanaman bibit, serta pemeliharaan tanaman. Kegiatan menindaklanjuti bantuan dua instalasi hidroponik pada lahan berukuran 10 x 2 meter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ibu-ibu KWT Bidadari di Sampangan, Semarang, belajar menanam sayur dengan hidroponik. Cara ini hemat air dan tidak perlu tanah luas. Mereka merakit alat, menanam benih, dan merawat sayur. Mereka juga belajar menjual hasil panen. Sekarang mereka bisa memakai halaman kecil untuk makanan dan uang keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pelatihan hidroponik bagi anggota KWT Bidadari menunjukkan bagaimana ruang terbatas dapat diolah menjadi sumber pangan yang produktif. Dengan praktik perakitan, penanaman, perawatan, dan bekal pemasaran, peserta memperoleh keterampilan yang menghubungkan efisiensi air dengan peluang memenuhi kebutuhan rumah tangga serta menambah pendapatan keluarga. Infrastruktur dua instalasi turut memberi dasar penerapan mandiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - ‎Sejumlah emak-emak anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Sampangan, Kota Semarang diajari membuat hidroponik yang ngirit penggunaan air.

Pelatihan hidroponik dari Yayasan El Wahid Foundation Sinergi Nusantara bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning dan Yayasan Karya Rumah Sahabat membekali berbagai keterampilan sistem hidroponik.

‎Ketua KWT ‎Bidadari Kelurahan Sampangan Kota Semarang Zakiyah menyampaikan hidroponik menjadi salah satu solusi pertanian perkotaan karena tidak membutuhkan lahan luas, penggunaan air lebih efisien, serta mampu menghasilkan produk hortikultura yang berkualitas.

‎Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga, hasil panen juga memiliki nilai ekonomi sehingga dapat dipasarkan untuk menambah pendapatan keluarga.

‎"Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dimulai dari keluarga. Melalui KWT, kami ingin membangun kesadaran bahwa pekarangan maupun ruang sempit dapat dioptimalkan menjadi sumber pangan yang produktif," ujarnya.

‎Zakiya mengaku, selain mendapat materi pemasaran para peserta juga melakukan praktik langsung merakit instalasi hidroponik sederhana, menanam bibit sayuran, hingga memahami proses pemeliharaan tanaman agar dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing.

‎"Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dimulai dari keluarga. Kami ingin membangun kesadaran bahwa pekarangan maupun ruang sempit dapat dioptimalkan menjadi sumber pangan yang produktif," ujarnya.

Wakil Ketua ‎Yayasan El Wahid Foundation Sinergi Nusantara Naiful Haris mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan anggota KWT dalam memanfaatkan lahan terbatas menjadi sumber pangan produktif sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga.

‎"Ini program bagian dari implementasi visi misi Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Selain itu, wujud dari implementasi spirit Prabowonomics dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat," terangnya saat membuka kegiatan di Balai KWT Bidadari, Kota Semarang, Senin (27/7/2026).

‎Haris menerangkan, kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan sistem hidroponik ini merupakan tindaklanjut dari bantuan pembangunan instalasi pertanian hidroponik di lahan seluas 10x2 meter sebanyak dua titik.

‎Selain diberikan pelatihan teknik pertanian berbasis hidroponik para anggota KWT Bidadari juga diberikan materi mengenai bisnis pemasaran sayuran sebagai bekal manakala benih yang ditabur telah memasuki masa panen.

‎"Untuk pembekalan pemasaran produk hidroponik ini kami pasrahkan kepada Yanuar Aris Budiharto selaku Founder Eventrue Agency Branding dan Marketing. Kami berharap, mudah-mudahan hasilnya memberi manfaat," katanya

‎Haris melanjutkan, dalam pelatihan yang berlangsung itu peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan sistem hidroponik, teknik penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga pengelolaan nutrisi agar menghasilkan panen yang optimal.

‎Pihaknya berharap, melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin banyak Kelompok Wanita Tani di Kota Semarang yang mampu mengembangkan pertanian perkotaan berbasis hidroponik sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan gizi masyarakat, sekaligus menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article