Semarang, IDN Times - Aparat kepolisian masih mempertajam penyelidikan untuk mengusut kejadian penembakan yang menimpa seorang istri anggota TNI di Kota Semarang berinisial R. Polisi menyatakan pelaku penembakan berjumlah empat orang.
Empat Pelaku Buntuti Istri Anggota TNI Sebelum Lakukan Penembakan

1. Istri anggota TNI dua kali ditembak tapi bisa berdiri
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan dari pelacakan di lokasi kejadian diketahui jika pelaku penembakan berjumlah empat orang.
Pelaku menembak R dua kali. Sebelum menembak korban, pelaku mengintai sejak korban keluar dari rumah untuk menjemput anaknya di sekolah.
Kemudian pengintaian juga dilakukan saat korban perjalanan pulang berboncengan dengan anaknya.
"Ada dua kali tembakan. Sejak awal korban sadar. Saat penembakan pertama korban masih bisa berjalan ke teras. Setelah mengetahui korban berdiri, maka pelaku balik lagi dan menembak korban kedua kalinya," ujar Irwan saat ditemui di Ditrekrimsus Polda Jateng, Selasa (19/7/2022).
2. Korban sadar saat dievakuasi tetangganya
Seusai kejadian, katanya korban yang masih sadar lalu berteriak dan meminta bantuan kepada tetangganya. Irwan menyatakan proses evakuasi terhadap korban berjalan cepat.
"Saat dievakuasi juga sepenuhnya dalam keadaan sadar," akunya.
3. Polisi libatkan Denpom untuk selidiki kasus penembakan istri anggota TNI
Saat ini, personelnya telah meminta keterangan terhadap belasan warga Jalan Cemara Perumahan Grand Cemara guna melengkapi berkas penyidikan. Pihak kepolisian telah membentuk tim gabungan bersama aparat TNI, Dirintel, Kodim dan Denpom untuk mengusut tuntas kasus ini.
Sedangkan korban telah menjalani operasi pengangkatan proyektil namun masih dirawat intensif di RS Hermina Banyumanik. Proyektil dalam tubuh korban sudah dikeluarkan oleh tim medis.
"Korban kan awalnya jemput anaknya kurang dari jam 12 siang. Lalu saat rekaman CCTV kita periksa, pelaku memang sengaja mengintai korban. Ini adalah aksi penembakan yang telah direncanakan. Karena pelaku menguntit korban untuk mempelajari karakternya," tegasnya.
4. Pelaku pakai penutup wajah dan berboncengan naik motor
Adapun pelakunya berjumlah empat orang. Masing-masing dua pelaku menguntit korban dengan berboncengan naik motor dan dua pelaku lainnya juga naik motor berada di simpang jalan menuju rumah korban.
"Kita bekerja terus agar kasusnya secepatnya terungkap. Pelaku ciri-cirinya menggunakan dua motor dan empat pelaku naik sepeda motor Ninja hijau. Pelaku juga pakai helm dan penutup muka. Untuk suami korban sedang diperiksa di Yon Arhanudse. Motif atas kasus tersebut akan didalami," terangnya.