Surakarta, IDN Times - Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (FX Rudy) membantah jika dirinya memberikan informasi seperti yang ditulis dalam pesan yang beredar melalui aplikasi Whatsapp (WA) grup terkait warga yang datang ke rumah Presiden ke 7 Joko “Jokowi” Widodo adalah settingan dan bayaran.
FX Rudy Bantah Beri Info Warga Bayaran ke Rumah Jokowi

1. Bantah berikan informasi
Ditemui di rumahnya, FX Rudy mengaku tidak tahu menahu soal pesan yang beredar tersebut. Ia pun membantah jika dirinya memberikan pesan soal adanya warga settingan dan bayaran ke rumah Jokowi.
“Enggak (tidak menginformasikan). Tunggu aja nanti sopo (siapa) sing ngirim (di WAG),” jawab FX Rudy saat ditemui dirumahnya, Senin (3/2/2025).
2. FX Rudy mengaku banyak pihak sering adu domba
Kendati demikian, FX Rudy menyatakan jika dirinya sering dibully dan dicaci namun hal itu sudah menjadi makananya sehari-hari, ia pun tak mempermasalahkan.
“Saya itu dibully, dicaci ndak pernah ngurus, mau seperti itu boleh (silakan). Lha kalau seperti itu (informasinya tidak benar) terjadi, mau dipakai (rujukan) atau tidak terserah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, FX Rudy tak mempungiri jika banyak pihak yang mencoba mengadu domba dirinya.
“Ya biasa ingin menjatuhkan, mengadu domba, banyak,” jelasnya.
3. Sekretaris pribadi Jokowi tepis soal isi pesan WA
Seperti diketahui, beredar pesan di aplikasi whats app grup, dimana persan tersebut memuat info dari FX Hadi Rudyatmo yang notabene merupakan Ketua DPC PDIP Kota Solo. Dalam pesan tersebut mengatakan jika warga yang datang ke rumah Jokowi digaji bulanan. Bahkan mereka yang berhasil mendatangkan warga minimal 20 orang akan ditambah Rp 5 juta rupiah.
Dalam pesan tersebut juga menyebutkan jika dana yang dikeluarkan dari David (sekretaris pribadi Jokowi) dan Kapolda Jawa Tengah.
“Info dari FX Rudy Solo, “Ijin informasi untuk Wartawan nasional yg yunior menjadi PR nya Mulyono untuk mengarahkan masyarakat berkunjung ke rmh Mulyono digaji bulanan. Ditambah 5 jt kalau bisa mengarahkan minimal 20 orang krmh Mulyono. Dana dari David dan Kapolda Jateng”,” tulis pesan yang beredar di Whats App grub tersebut.
Sekretaris pribadi Jokowi, David Yunanto dengan tegas membatahnya. Ia mengatakan tak pernah membayari dan tidak melakukan mobilisasi warga untuk datang ke rumah Jokowi.
“Saya tidak pernah mbayari, tidak pernah mobilisasi dan tidak pernah mengarahkan masyarakat,” ujar David, Senin (3/2/2025).