Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gen Z Semarang Punya 3 Ide Brilian Lawan Abrasi, Apa Saja?

Gen Z Semarang Punya 3 Ide Brilian Lawan Abrasi, Apa Saja?
Dalam kegiatan Youth Impact & Innovation Forum yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Advisory (IYA) Semarang, anak-anak Gen Z diminta berperan aktif untuk berkolaborasi. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • Forum Youth Impact & Innovation di Semarang mengajak Gen Z berkolaborasi dengan pemerintah dan akademisi untuk melawan abrasi serta menjaga ekosistem pesisir kota.
  • Tiga program inovatif diperkenalkan: Rise and Root untuk rehabilitasi mangrove, Greenopoly sebagai media edukasi lingkungan interaktif, dan Recycle for Long Cycle yang fokus pada pengolahan sampah plastik.
  • Kegiatan ini menegaskan peran penting anak muda sebagai agen perubahan sosial dan lingkungan melalui ide kreatif yang berdampak nyata bagi masyarakat pesisir Semarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Kawasan pesisir Kota Semarang yang terus-menerus digerus abrasi memunculkan keprihatinan. Dalam kegiatan Youth Impact & Innovation Forum yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Advisory (IYA) Semarang, anak-anak Gen Z diminta berperan aktif untuk berkolaborasi dengan pemerintah, akademisi guna menelurkan ide-ide segar dalam upaya menyelamatkan ekosistem wilayah pesisir. 

Kegiatan Youth Impact & Innovation Forum secara resmi dibuka oleh Program Director ChildFund International di Indonesia, Mitra Tobing. 

Mitra mengatakan ChildFund di Indonesia sebagai organisasi yang mendukung tumbuh kembang anak dan orang muda agar dapat hidup sehat, terlindungi, berpendidikan, serta memiliki kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat.

Ia mendorong anak muda supaya berperan sebagai penggerak perubahan di tengah berbagai tantangan sosial dan lingkungan yang dihadapi saat ini. 

Berbagai gagasan dan inovasi yang lahir dari generasi muda perlu mendapatkan ruang, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

"Ide orang muda harus dikawal, diapresiasi setinggi-tingginya, dan harapannya bisa dibersamai oleh instansi pemerintah, kelurahan, lembaga, maupun pihak terkait lainnya. Mari bersama-sama bergerak untuk menyukseskan berbagai dukungan terhadap ide-ide tersebut agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyaraka” ujar Mitra dalam keterangan yang diterima IDN Times, Kamis (25/7/2026). 

PIC Livelihood YKKS, Mahya Agfiyani, dalam sambutannya menyampaikan ruang pemuda merupakan ruang perubahan yang perlu terus diperkuat.

"Youth Impact and Innovation Forum adalah panggung bagi orang muda untuk bersuara, berbagi, dan membangun masa depan bersama," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Hanif Wahyu Saputra memperkenalkan Indonesian Youth Advisory Semarang sebagai komunitas orang muda yang didampingi Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS) selaku mitra ChildFund International di Indonesia. 

Ia menjelaskan bahwa IYA Semarang hadir sebagai wadah partisipasi anak muda dalam menyampaikan aspirasi, terlibat dalam perencanaan program, serta menginisiasi berbagai kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

Forum kemudian dilanjutkan dengan presentasi tiga program inovasi yang dikembangkan oleh anggota IYA Semarang.

Program pertama bertajuk Rise and Root yang dipaparkan oleh Reza Putra Pratama. 

Program ini berfokus pada rehabilitasi ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove jenis Rhizophora mucronata di kawasan pesisir Tanjung Mas, Semarang Utara. 

Selain melibatkan komunitas dan organisasi kepemudaan, kegiatan tersebut juga menggandeng masyarakat pesisir sebagai mitra kolaboratif dalam mendukung aksi mitigasi perubahan iklim. 

Melalui program tersebut, generasi muda diajak untuk berkontribusi langsung dalam menjaga ekosistem mangrove yang memiliki peran penting sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi sekaligus penyerap karbon alami.

Selanjutnya, Vemas Aldino memperkenalkan Greenopoly, sebuah media pembelajaran interaktif yang menggabungkan konsep permainan monopoli dengan materi edukasi lingkungan dan perubahan iklim. 

Program yang diujicobakan kepada siswa sekolah dasar ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai isu lingkungan melalui pendekatan belajar sambil bermain.

Dengan metode yang interaktif dan menyenangkan, Greenopoly diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Sedangkan, Niken Zya mempresentasikan program Recycle for Long Cycle, sebuah workshop edukatif yang mengajak peserta memahami bahaya mikroplastik sekaligus mempraktikkan pengolahan sampah botol plastik menjadi produk kreatif yang bernilai guna.

Program yang menyasar anak-anak dan remaja tersebut tidak hanya mendorong penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), tetapi juga membangun kreativitas serta keterampilan peserta dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.

Melalui berbagai inovasi yang dipresentasikan, Youth Impact & Innovation Forum menunjukkan bahwa anak muda memiliki kapasitas besar untuk menciptakan perubahan positif di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More