Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PHK 756 Buruh di PT SGS, Taj Yasin Janjikan Bisa Kerja di Perusahaan Lain
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen menjelaskan persoalan kasus PHK yang dialami buruh pabrik Di Tengaran Ungaran. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Pemprov Jawa Tengah akan mendampingi ratusan pekerja PT SGS Kabupaten Semarang yang terkena PHK untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi.
  • Wakil Gubernur Taj Yasin menyatakan pemerintah menyiapkan koordinasi agar pekerja terdampak dapat masuk ke perusahaan lain yang membutuhkan tenaga kerja.
  • Penyaluran pekerja akan dikaitkan dengan investasi dan ekspansi perusahaan di Jawa Tengah, sementara kewajiban perusahaan terhadap hak pekerja tetap dikawal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kemarin

Gubernur menyampaikan investasi di Jawa Tengah sedang meningkat, yang akan dikoordinasikan dengan perusahaan baru untuk membuka peluang kerja bagi pekerja terdampak PHK.

Kamis (3/9/2026)

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan Pemprov akan mendampingi pekerja PT SGS yang terkena PHK untuk mengawal pemenuhan hak dan menyalurkan mereka ke perusahaan lain.

Saat ini

Pemprov Jateng masih mendalami dan mengoordinasikan penempatan pekerja PT SGS di perusahaan lain yang membutuhkan tenaga kerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan pendampingan bagi ratusan pekerja PT SGS yang terkena PHK, termasuk pengawalan pemenuhan hak pekerja dan upaya penyaluran ke perusahaan lain.
  • Who?
    Ratusan pekerja PT SGS (Sumber Graha Sejahtera), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta perusahaan baru atau perusahaan yang sedang mengembangkan usaha.
  • Where?
    Penanganan berlangsung di Jawa Tengah, terutama terkait pekerja PT SGS di Kabupaten Semarang. Taj Yasin menyampaikan langkah tersebut usai rapat paripurna DPRD Jawa Tengah.
  • When?
    Taj Yasin menyampaikan komitmen pendampingan pada Kamis, 3 September 2026. Koordinasi penyaluran pekerja ke perusahaan lain saat ini masih didalami.
  • Why?
    Pendampingan dilakukan untuk memastikan hak pekerja yang terkena PHK terpenuhi dan membuka peluang mereka kembali bekerja, dengan memanfaatkan pengalaman kerja yang telah dimiliki.
  • How?
    Pemprov Jateng akan mengawal kewajiban perusahaan terhadap pekerja serta berkoordinasi dengan perusahaan baru dan perusahaan yang melakukan pengembangan usaha untuk menyediakan peluang kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ratusan pekerja PT SGS di Semarang kehilangan pekerjaan. Pak Taj Yasin dari Pemerintah Jawa Tengah bilang pemerintah akan membantu mereka. Hak para pekerja akan dijaga. Pemerintah juga sedang mencari perusahaan lain yang butuh pekerja. Para pekerja ini sudah punya pengalaman, jadi semoga bisa cepat bekerja lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pendampingan Pemprov Jawa Tengah memberi ruang harapan bagi pekerja PT SGS yang terdampak PHK, melalui pengawalan hak-hak mereka sekaligus upaya menghubungkan pengalaman kerja yang telah dimiliki dengan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan lain. Koordinasi dengan perusahaan baru dan yang sedang berkembang dapat membuka peluang kerja kembali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan akan mendampingi ratusan pekerja PT SGS (Sumber Graha Sejahtera) kabupaten Semarang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, pendampingan dilakukan untuk memastikan hak-hak para pekerja tetap terpenuhi. Pemprov juga akan mengupayakan agar para pekerja yang terkena PHK dapat kembali memperoleh pekerjaan.

"Yang jelas, ketika ada permasalahan, dan ini permasalahan tidak pertama kali, kami melakukan pendampingan-pendampingan hak-hak para buruh," kata Taj Yasin, usai paripurna DPRD Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026).

Menurut dia, Pemprov Jateng akan mengawal pemenuhan hak pekerja dari perusahaan yang mengalami persoalan hingga tidak mampu memenuhi kewajibannya.

Di sisi lain, Pemprov Jateng juga tengah menyiapkan langkah untuk mempertemukan para pekerja terdampak PHK dengan perusahaan lain yang membutuhkan tenaga kerja.

"Kami juga selain itu memberikan pendampingan kepada para karyawan yang kena PHK. Kita kawal untuk masuk ke perusahaan-perusahaan yang lain," ujarnya.

Taj Yasin mengatakan, langkah tersebut masih didalami dan dikoordinasikan. Menurutnya, para pekerja PT SGS memiliki pengalaman kerja yang menjadi modal penting untuk kembali mendapatkan pekerjaan.

"Saat ini kita dalami. Tunggu saja, semoga tidak lama. Karena mereka ini karyawan yang sudah punya pengalaman kerja. Saya rasa perusahaan yang lain juga membutuhkan," katanya.

Upaya penyaluran pekerja terdampak PHK, lanjut Taj Yasin, juga akan dikaitkan dengan perkembangan investasi di Jawa Tengah yang disebut terus mengalami peningkatan.

Pemprov Jateng akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan baru maupun perusahaan yang tengah melakukan pengembangan usaha, agar dapat membuka peluang kerja bagi para pekerja terdampak PHK.

"Apalagi kemarin disampaikan Pak Gubernur juga investasi di Jawa Tengah saat ini naik. Nah, ini yang kita koordinasikan dengan perusahaan-perusahaan yang baru," ujar Taj Yasin.

Terkait kewajiban perusahaan terhadap pekerja yang terkena PHK, Taj Yasin menegaskan pemerintah tidak perlu mendorong perusahaan untuk memenuhi hak tersebut karena merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan.

"Itu kan kewajiban," tegasnya.

Pemprov Jateng akan terus mengawal persoalan tersebut agar para pekerja mendapatkan pendampingan terkait hak-haknya. Serta memiliki peluang untuk kembali bekerja setelah terkena PHK.

Untuk diketahui, sebanyak 756 karyawan PT SGS di Kabupaten Semarang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga Agustus 2026. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Ahmad Aziz mengatakan, jumlah keseluruhan karyawan PT SGS mencapai 2.612 orang dan sebanyak 756 pekerja di antaranya terkena PHK.

Adapun rinciannya, 596 pekerja berasal dari pabrik SGS di Desa Butuh dan 160 pekerja lainnya dari Desa Patemon.

Curated For You

Editorial Team

Related Article