Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hadapi Cuaca Ekstrem dan Badai di Gunung! Ini 5 Bekal Tinggi Kalori Pencegah Hipotermia
Ilustrasi mendaki malam hari (unplash.com/tobiasmrzyk)
  • Mendaki membuat tubuh membakar kalori jauh lebih cepat untuk mempertahankan suhu inti tetap stabil.

  • Membawa makanan tinggi kalori dan berbobot ringan (lightweight) adalah strategi vital untuk menyediakan energi instan guna mencegah hipotermia.

  • Kriteria logistik terbaik adalah yang mengandung karbohidrat simpleks, tinggi lemak sehat, dan praktis dikonsumsi tanpa butuh waktu masak yang lama.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat mendaki gunung di musim kemarau, tantangan terbesarnya bukan sekadar trek yang kering, melainkan cuaca dingin basah yang berpotensi memicu hipotermia. Udara ekstrem memaksa tubuh bekerja dua kali lipat lebih keras membakar kalori demi menghasilkan panas internal.

Itulah mengapa, persediaan kalori yang padat dan mudah diakses adalah "nyawa" keduamu di jalur pendakian. Yuk, pastikan 5 makanan tinggi kalori ini sudah masuk ke dalam tas keril (carrier) kamu sebelum mendaki, ya!

1. Cokelat Batangan Premium atau Energy Bar

cokelat batangan (freepik.com/azerbaijan_stockers)

  • Alasan: Cokelat adalah sumber energi instan tercepat di alam bebas. Kandungan lemak dan gula sederhana di dalamnya akan langsung diserap oleh tubuh untuk memicu proses termogenesis (pembakaran kalori menjadi panas tubuh).

  • Kandungan Kalori: Rata-rata 500–550 Kalori untuk setiap 100 gram.

  • Cara Konsumsi: Simpan di kantong jaket terluar agar mudah dijangkau. Kamu bisa langsung mengunyahnya sambil terus berjalan mendaki tanpa perlu repot membongkar tas keril.

2. Selai Kacang (Peanut Butter)

ilustrasi selai kacang (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

  • Alasan: Selai kacang merupakan salah satu makanan dengan densitas (kepadatan) kalori tertinggi di dunia. Kandungan lemak nabati dan proteinnya memberikan efek kenyang tahan lama serta menjaga metabolisme terus aktif memproduksi panas di malam hari.

  • Kandungan Kalori: Sekitar 90–100 Kalori hanya dalam 1 sendok makan.

  • Cara Konsumsi: Pilih kemasan sachet (pouch) agar tidak memberatkan tas. Bisa dimakan langsung dari kemasannya, dioleskan ke biskuit, atau dicampur ke dalam oatmeal hangat saat sarapan di dalam tenda.

3. Madu Murni Cair

ilustrasi madu murni (unsplash.com/Arwin Neil Baichoo)

  • Alasan: Madu mengandung fruktosa dan glukosa alami yang tidak butuh waktu lama untuk dicerna lambung. Glukosa ini akan langsung meluncur ke aliran darah untuk mengatasi kelelahan otot ekstrem dan meredakan tubuh yang menggigil akibat paparan angin basah.

  • Kandungan Kalori: Sekitar 300 Kalori untuk takaran 100 gram.

  • Cara Konsumsi: Teguk 1-2 sendok makan madu murni sebelum memulai tanjakan panjang, atau campurkan ke dalam seduhan air jahe di pos pendakian untuk memberikan efek hangat dari dalam perut.

4. Dendeng Sapi Goreng atau Abon Sapi

abon sapi (commons.wikimedia.org/Midori)

  • Alasan: Berbeda dengan mi instan yang hanya menyumbang karbohidrat kosong, dendeng dan abon memberikan pasokan protein hewani dan lemak jenuh tinggi. Lemak ini bertindak sebagai bahan bakar cadangan yang lambat terbakar, sangat berguna untuk menjaga tubuhmu tetap hangat sepanjang malam selama tertidur di dalam sleeping bag.

  • Kandungan Kalori: Sekitar 400 Kalori per 100 gram.

  • Cara Konsumsi: Sangat praktis karena tidak perlu dimasak sama sekali. Langsung santap sebagai lauk pendamping nasi atau jadikan camilan darurat saat cuaca ekstrem memaksa rombonganmu bertahan di tenda.

5. Susu Bubuk Full Cream

ilustrasi susu bubuk (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

  • Alasan: Susu kategori full cream sangat kaya akan lemak susu murni dan kalsium. Secara psikologis, menyeruput minuman manis yang kental dan panas saat terbukti efektif menurunkan tingkat stres pendaki sekaligus menaikkan suhu tubuh dengan cepat.

  • Kandungan Kalori: Sekitar 150–180 Kalori dalam 1 gelas seduhan (3-4 sendok makan).

  • Cara Konsumsi: Seduh menggunakan air mendidih di dalam termos kecil menjelang tidur malam, atau campurkan ke dalam sereal instan untuk mendongkrak asupan kalori sarapan.

Ringkasan Bekal Tinggi Kalori

ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Ante Hamersmit)

Jenis Makanan

Estimasi Kalori

Peran Utama Mencegah Hipotermia

Cokelat / Energy Bar

500–550 Kal / 100g

Pemicu panas tubuh instan (termogenesis).

Selai Kacang

90–100 Kal / sdm

Menjaga metabolisme basal saat malam hari.

Madu Murni Cair

300 Kal / 100g

Pemulihan lelah otot & meredakan menggigil.

Dendeng / Abon Sapi

400 Kal / 100g

"Kayu bakar" cadangan saat tidur kedinginan.

Susu Full Cream

150–180 Kal / gelas

Penenang saraf & penstabil suhu tubuh.

Tips Manajemen Logistik

ilustrasi seorang sedang minum saat mendaki (unsplash.com/Serhii Danevych)

Pastikan seluruh makanan tinggi kalori di atas dibungkus kembali menggunakan kantong plastik klip kedap air (ziplock) secara berlapis sebelum dimasukkan ke dalam tas.

Ingat, tas keril yang dilengkapi raincover sekalipun tetap berisiko rembes jika dihantam cuaca ekstrem atau badai berjam-jam.

Logistik yang telanjur basah kuyup oleh air akan menjadi tidak layak konsumsi dan kehilangan nilai energi penyelamatnya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article