Kapten Infantri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhan. (Dok. Koda. Radin Inten)
Hana mengisahkan, komunikasi terakhir dengan sang suami tidak menyiratkan tanda bahaya. Sertu Ichwan sempat mengabarkan bahwa jadwal patrolinya kemungkinan dibatalkan. Namun, takdir berkata lain saat kendaraan yang mengangkut rombongannya dihantam ledakan ketika hendak mengevakuasi rekannya, Praka Farizal Rhomadon.
"Kemarin informasinya masih simpang siur, harapan saya semoga bukan suami saya. Tapi pagi tadi satuan mengabari kalau suami sudah dinyatakan A1 (meninggal dunia)," tutur Hana dengan tegar di rumah duka, Desa Deyangan, Mertoyudan Selasa lalu.
Di mata Hana, suaminya adalah sosok penyayang dan sangat bertanggung jawab. Kepergian Sertu Ichwan meninggalkan luka mendalam, terutama bagi putri kecil mereka yang baru berusia tujuh bulan.