ilustrasi hipotermia (pexels.com/Laura Lumimaa)
1. Isolasi dari Angin dan Tanah Dingin
Hentikan semua aktivitas luar ruangan dan segera gotong korban ke dalam tenda yang tertutup rapat. Jangan biarkan tubuh korban bersentuhan langsung dengan tanah dingin. Alasi lantai tenda menggunakan matras busa atau aluminium foil insulation berlapis-lapis untuk mencegah perpindahan dingin dari tanah ke tubuh korban (konduksi).
2. Ganti Pakaian Basah Secara Perlahan
Lepaskan semua pakaian yang lembap atau basah akibat air hujan maupun keringat, termasuk kaus kaki dan pakaian dalam. Ganti segera dengan pakaian tebal yang sepenuhnya kering. Ingat, proses melepaskan dan memakaikan baju harus dilakukan secara sangat lembut agar tidak mengejutkan organ dalam korban yang sedang sensitif.
3. Fokus Hangatkan Bagian Tengah Tubuh (Core Body)
Masukkan korban ke dalam kantong tidur (sleeping bag) yang kering. Pasangkan kupluk (beanie) pada area kepala dan lehernya, karena area ini menyumbang radiasi pelepasan panas terbesar dari tubuh. Fokuskan pemberian kehangatan pada pusat tubuh (dada, leher, ketiak, dan selangkangan), bukan pada telapak tangan atau kaki.
4. Gunakan Botol Air Hangat Terbungkus
Masak air menggunakan kompor camping, lalu masukkan ke dalam botol minum (tumbler). Wajib bungkus botol tersebut dengan kain atau kaus kaki terlebih dahulu sebelum ditempelkan ke area ketiak atau selangkangan korban. Menempelkan botol panas secara langsung pada kulit yang kaku sangat berisiko menyebabkan luka bakar.
5. Berikan Asupan Kalori dan Minuman Manis Hangat
Langkah ini hanya boleh dilakukan jika korban dalam kondisi sadar penuh untuk menghindari risiko tersedak (cairan masuk ke paru-paru). Berikan minuman manis hangat seperti teh manis, air jahe, atau sup instan untuk memicu metabolisme tubuh menghasilkan panas internal. Kamu juga bisa memberikan cokelat batangan sebagai asupan kalori instan.