Surakarta, IDN Times - Momentum pasca Lebaran seringkali membuat para perempuan khususnya ibu rumah tangga dan perempuan pelaku UMKM menyadari adanya perubahan pada kondisi keuangan mereka.
Ibu-Ibu dan UMKM di Solo Bagi Tips Kelola Keuangan Pasca Lebaran

1. Prudential gelar edukasi finansial ke ibu-ibu di Solo
Fenomena ini juga dirasakan oleh banyak keluarga di Solo dan sekitarnya, sebagaimana para perempuan, khususnya para ibu, memegang peran penting dalam mengelola keuangan rumah tangga.
Secara lebih luas, di Jawa Tengah sendiri, sekitar 50 persen pelaku UMKM berasal dari kalangan perempuan, menunjukkan besarnya peran perempuan dalam menggerakkan roda ekonomi sekaligus mengelola arus keuangan di tingkat rumah tangga.
Merespons kondisi tersebut, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) bekerja sama dengan komunitas Supermom menggelar edukasi finansial bertajuk “Dompet Tipis? Ora Popo… Sing Penting Pinter Ngatur Keuangan Keluarga!” pada Minggu (19/4/2026), yang diikuti oleh 325 peserta dari Solo dan sekitarnya.
Salah satu peserta, Puji menyoroti tantangan mengelola keuangan pasca Lebaran akibat pengeluaran yang tidak terkendali.
2. Lebaran berdampak pada kondisi keuangan
“Dalam dua minggu masa libur Lebaran, total pengeluaran keluarga dapat mencapai sekitar Rp10 juta, yang dialokasikan untuk kebutuhan mudik, pembelian baju lebaran anak, konsumsi selama berkumpul bersama keluarga, hingga hampers untuk kerabat,” ungkap perempuan berusia 36 tahun itu.
Adapun Actor dan Content Creator atau lebih dikenal Bu Tejo menyampaikan, bahwa momen Lebaran juga berdampak pada kondisi keuangan sehingga perlu disikapi dengan bijak.
Selain menerima kondisi yang ada, penting untuk memikirkan langkah ke depan, termasuk peluang pemasukan tambahan, dengan pengelolaan keuangan yang tepat,” katanya.
Pada kondisi itu untuk merencanakan dan mengelola keuangan menjadi semakin penting. Di sisi lain, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih perlu diperkuat.
3. Peserta bangun jaring pengaman keuangan
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan, tingkat literasi keuangan berada di kisaran 66 persen, yang menunjukkan bahwa pemahaman terhadap pengelolaan keuangan masih perlu ditingkatkan.
Menanggapi masalah itu, Certified Financial Planner Prudential Indonesia, Ida Ayu Dwirani menjelaskan, bahwa keuangan yang sehat berperan penting dalam mencapai kesejahteraan dan perlu dijaga melalui evaluasi secara berkala, disertai perencanaan anggaran agar pengeluaran lebih terkontrol dan keputusan finansial lebih bijak.
“Dalam menghadapi fase pemulihan tersebut, penting bagi keluarga untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan finansial yang bersifat reaktif. Menghindari penambahan kewajiban finansial baru, seperti utang atau cicilan tambahan, menjadi langkah awal yang penting agar kondisi keuangan tidak semakin terbebani,” jelasnya.
Kemudian, lanjut Ida, penyesuaian juga dapat dilakukan dengan mengendalikan pengeluaran tersier, seperti jajan kopi maupun belanja online dapat dikurangi untuk membantu menyeimbangkan kondisi keuangan.
Para peserta juga diajak untuk membangun jaring pengaman keuangan, seperti dana darurat dan perlindungan asuransi, guna menjaga ketahanan keuangan keluarga dari risiko yang tidak terduga. Pendekatan ini menjadi penting, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan kebutuhan hidup yang terus meningkat.
4. Perempuan jaga stabilitas keuangan keluarga
Saat sesi praktek, Puji menempuh langkah praktis dengan merencanakan keuangan yang lebih terstruktur agar pengeluaran tetap terkendali seperti Lebaran lalu. Salah satu pendekatan yang diterapkan warga Solo itu adalah pembagian anggaran 4/3/2/1, yaitu 40 persen untuk kebutuhan harian dan gaya hidup, 30 persen untuk kewajiban atau cicilan, 20 persen untuk tabungan, dana darurat, investasi, dan perlindungan, dan 10 persen untuk kebutuhan sosial atau donasi.
Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen mengatakan, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keuangan keluarga.
‘’Maka itu, penting untuk tidak hanya fokus pada kebutuhan hari ini, tetapi juga memastikan kesiapan jangka panjang melalui perencanaan dan perlindungan finansial. Dengan langkah yang sederhana namun konsisten, kondisi keuangan yang sempat tertekan dapat dipulihkan dan bahkan menjadi lebih terstruktur ke depannya,” terangnya.
Melalui inisiatif ini, Prudential Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, khususnya bagi perempuan sebagai pengelola utama keuangan keluarga.