Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Seorang lansia mengikuti cek kesehatan gratis pada layanan Speling Melesat di CFD Jalan Menteri Supeno Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • IPM Jawa Tengah 2026 mencapai 75,31, naik 0,54 poin dari 2025 dan masuk kategori pembangunan manusia tinggi, didukung perbaikan kesehatan, pendidikan, serta pengeluaran per kapita.

  • Umur harapan hidup mencapai 75,50 tahun, didorong cek kesehatan gratis bagi 19,6 juta warga dan layanan Speling; pengeluaran per kapita naik menjadi Rp13,28 juta.

  • Pendidikan turut meningkat melalui sekolah rakyat, kuota afirmasi, beasiswa, dan sekolah gratis; Pemalang mencatat pertumbuhan IPM tertinggi, sementara seluruh daerah kini berkategori tinggi atau sangat tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2021–2025

Rata-rata pertumbuhan umur harapan hidup Jawa Tengah tercatat 0,25 persen, sedangkan pertumbuhan pengeluaran riil per kapita rata-rata 3,67 persen.

Maret 2026

Persentase penduduk miskin Jawa Tengah tercatat 9,21 persen.

pertengahan 2026

Program dokter spesialis keliling atau Speling telah melayani lebih dari 107 ribu warga di 1.138 desa.

awal Oktober 2026

Peserta program cek kesehatan gratis di Jawa Tengah mencapai 19,6 juta warga, tertinggi secara nasional.

6 November 2026

BPS Jawa Tengah melaporkan IPM Jawa Tengah 2026 mencapai 75,31, naik 0,54 poin dari 2025 dan masuk kategori pembangunan manusia tinggi.

tahun ajaran 2026/2027

Program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SLB negeri mencakup 231.724 siswa atau sekitar 40,84 persen lulusan SMP sederajat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    IPM Jawa Tengah 2026 mencapai 75,31, naik 0,54 poin dari 2025 dan masuk kategori pembangunan manusia tinggi.
  • Who?
    BPS Jawa Tengah yang dipimpin Ali Said mencatat capaian tersebut; warga Jawa Tengah menjadi sasaran program kesehatan, pendidikan, dan dukungan daya beli.
  • Where?
    Di Jawa Tengah. Kota Salatiga mencatat IPM tertinggi 86,68, sedangkan Kabupaten Pemalang terendah 70,18 namun pertumbuhannya tertinggi.
  • When?
    Pencatatan IPM dilakukan untuk 2026 dan disampaikan Ali Said pada Jumat, 6 November 2026. Data kemiskinan tercatat pada Maret 2026.
  • Why?
    Kenaikan didukung perbaikan umur harapan hidup, pendidikan, dan pengeluaran per kapita; juga program cek kesehatan gratis, Speling, sekolah rakyat, serta sekolah gratis.
  • How?
    Umur harapan hidup mencapai 75,50 tahun, rata-rata lama sekolah 8,16 tahun, harapan lama sekolah 13,06 tahun, dan pengeluaran per kapita disesuaikan Rp13,28 juta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jawa Tengah punya angka pembangunan manusia 75,31 pada 2026. Angkanya naik dari tahun lalu. Banyak warga ikut cek kesehatan gratis dan didatangi dokter keliling. Sekolah gratis juga membantu anak-anak belajar. Salatiga punya angka paling tinggi, tetapi Pemalang naik paling cepat. Sekarang semua daerah di Jawa Tengah masuk kelompok tinggi atau sangat tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kenaikan IPM Jawa Tengah mencerminkan perbaikan yang berlangsung lintas aspek, dari kesehatan, pendidikan, hingga daya beli. Jangkauan cek kesehatan dan layanan dokter ke wilayah terpencil, bersama sekolah gratis serta afirmasi bagi kelompok rentan, menunjukkan dukungan yang semakin luas. Perubahan status Pemalang dan Sukoharjo turut menandai kemajuan yang lebih merata di seluruh daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Tengah pada 2026 mencapai 75,31 atau meningkat 0,54 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah dalam kategori pembangunan manusia tinggi.

1. Ditopang perbaikan umur harapan hidup hingga pengeluaran per kapita

Ilustrasi indeks pembangunan manusia (pexels.com/Photo Source: Kaboompics.com)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Ali Said mengatakan, bahwa peningkatan IPM ditopang oleh perbaikan seluruh indikator pembentuknya, mulai dari umur harapan hidup, pendidikan, hingga pengeluaran per kapita yang disesuaikan.

“IPM 2026 sebesar 75,31. Dibandingkan tahun 2025, IPM tahun 2026 meningkat sebesar 0,54 poin atau 0,72 persen,” ungkapnya, Jumat (6/11/2026).

Pada 2026, umur harapan hidup saat lahir di Jawa Tengah mencapai 75,50 tahun. Artinya, bayi yang lahir pada tahun tersebut diperkirakan memiliki peluang hidup hingga usia 75,50 tahun.

Sementara itu, rata-rata lama sekolah tercatat 8,16 tahun. Angka tersebut menggambarkan rata-rata penduduk berusia 25 tahun ke atas telah menempuh pendidikan sekitar delapan tahun atau setingkat kelas II SMP.

Adapun, harapan lama sekolah mencapai 13,06 tahun. Artinya, penduduk berusia tujuh tahun ke atas diharapkan dapat menempuh pendidikan selama sekitar 13 tahun atau hingga jenjang diploma satu.

Indikator lainnya, pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan, tercatat sebesar Rp13,28 juta.

2. Kesehatan dan daya beli dorong kenaikan IPM

Masyarakat berbelanja kebutuhan Lebaran di Pasar BK Simongan Semarang, Senin (8/4/2024). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Ali menjelaskan, umur harapan hidup di Jawa Tengah meningkat 0,26 tahun atau tumbuh 0,35 persen dibandingkan 2025. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan selama periode 2021–2025 yang sebesar 0,25 persen.

Peningkatan itu antara lain didorong program kesehatan, seperti cek kesehatan gratis dan dokter spesialis keliling atau Speling.

Hingga awal Oktober 2026, peserta program cek kesehatan gratis di Jawa Tengah tercatat mencapai 19,6 juta warga. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional.

Sementara itu, program Speling difokuskan untuk menjangkau masyarakat di desa perbatasan dan wilayah terpencil. Hingga pertengahan 2026, program tersebut telah melayani lebih dari 107 ribu warga di 1.138 desa.

Dari sisi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan meningkat Rp535 ribu atau tumbuh 4,20 persen dibandingkan 2025. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan periode 2021–2025 sebesar 3,67 persen.

“Peningkatan tersebut didukung kenaikan jumlah penduduk bekerja, terutama seiring perluasan industri pengolahan dan penyerapan tenaga kerja di sektor pendukung,” katanya.

Selain itu, peningkatan pekerja formal, penurunan tingkat pengangguran terbuka, serta berkurangnya persentase penduduk miskin turut menjadi faktor pendukung. Persentase penduduk miskin Jawa Tengah pada Maret 2026 tercatat sebesar 9,21 persen.

Pengendalian inflasi daerah yang terjaga pada awal hingga pertengahan 2026 juga disebut membantu mempertahankan daya beli masyarakat.

3. Sekolah gratis jadi salah satu penopang

ilustrasi anak sekolah (pexels.com/Agung Pandit Wiguna)

Dua indikator pendidikan dalam penghitungan IPM Jawa Tengah juga mengalami peningkatan. Harapan lama sekolah naik 0,01 tahun atau tumbuh 0,08 persen dibandingkan 2025. Sementara itu, rata-rata lama sekolah meningkat 0,01 tahun atau tumbuh 0,12 persen.

Menurut Ali, peningkatan tersebut antara lain didukung penambahan dua sekolah rakyat pada 2026 sehingga totalnya menjadi 16 sekolah. Jumlah itu terdiri dari 11 sekolah rakyat permanen dan lima sekolah rakyat rintisan dengan total 2.692 siswa.

Dukungan lainnya berasal dari kebijakan kuota afirmasi bagi anak tidak sekolah, anak panti asuhan, dan penyandang disabilitas. Pemerintah juga menyediakan alokasi beasiswa bagi masyarakat kurang mampu serta pendidikan berbasis asrama.

Selain itu, terdapat program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SLB negeri pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut mencakup 231.724 siswa atau sekitar 40,84 persen lulusan SMP sederajat.

4. Pemalang catat pertumbuhan IPM tertinggi

ilustrasi pelajar SMP berangkat sekolah sesuai domisili (Edisi/Henry Lukmanul Hakim)

Berdasarkan capaian kabupaten/kota, Kota Salatiga menjadi daerah dengan IPM tertinggi di Jawa Tengah, yakni 86,68. Sebaliknya, Kabupaten Pemalang mencatat IPM terendah sebesar 70,18.

Namun, Pemalang justru menjadi daerah dengan pertumbuhan IPM tertinggi pada 2026, yakni 1,02 persen. Sementara itu, Kota Salatiga yang memiliki IPM tertinggi mencatat pertumbuhan paling rendah sebesar 0,52 persen.

BPS juga mencatat perubahan status pembangunan manusia di dua kabupaten. Kabupaten Pemalang meningkat dari kategori sedang menjadi tinggi, sedangkan Kabupaten Sukoharjo naik dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi.

Ali menyebut peningkatan status kedua daerah tersebut didukung perbaikan seluruh komponen pembentuk IPM.

Dengan perubahan tersebut, pada 2026 tidak ada lagi kabupaten/kota di Jawa Tengah yang berada dalam kategori pembangunan manusia rendah maupun sedang. Seluruh wilayah telah masuk kategori tinggi atau sangat tinggi.

Secara nasional, IPM Jawa Tengah mencapai 75,31. Sementara itu, IPM tertinggi nasional tercatat di DKI Jakarta sebesar 85,88 dan terendah di Papua Pegunungan sebesar 55,25.

Curated For You

Editorial Team

Related Article