Boyolali, IDN Times - Boyolali sering diidentikkan dengan kawasan lereng gunung atau sekadar daerah transit. Faktanya, wilayah itu menyimpan pesona wisata yang kaya di luar rute pendakian biasa. Wisatawan bisa mengeksplorasi sumber mata air alami, situs sejarah bernilai tinggi, hingga destinasi rekreasi yang menyegarkan.
Buat kamu yang ingin menghindari keramaian lereng gunung, berikut adalah panduan itinerary 24 jam menyusuri rute anti-mainstream di Boyolali.
Pagi (07.00 - 10.30)
Kesegaran Alami di Umbul Pengging Awali hari dengan berenang atau sekadar berendam di kompleks pemandian warisan Kasunanan Surakarta. Lokasi ini menyajikan kolam alami dengan air jernih yang memancar langsung dari tanah, seperti Umbul Temanten dan Umbul Duda. Suasananya sangat teduh berkat pepohonan rindang di sekeliling area. Berlokasi di Desa Banyudono, pengunjung cukup membayar tiket masuk sekitar Rp10.000.
Menjelang Siang (09.30 - 12.30)
Susur Sejarah Boyolali Beranjak dari wisata air, pengunjung memiliki dua opsi wisata edukasi. Pilihan pertama adalah Museum R. Hamong Wardoyo di pusat kota yang menyimpan koleksi Kerajaan Mataram Kuno beserta diorama budaya lokal (tiket masuk umumnya gratis atau donasi sukarela). Pilihan kedua bergeser ke arah utara menuju Candi Lawang dan Candi Asu di Desa Gedangan, Cepogo, yang menawarkan struktur bangunan abad ke-9 berlanskap estetik di tengah permukiman tenang.
Siang (12.00 - 14.30)
Eksplorasi Kuliner Khas Waktunya memulihkan tenaga dengan santap siang. Pencinta kuah bening gurih wajib mencoba kuliner legendaris Soto Seger (salah satunya ala Mbok Giyem) atau Sop Pecel. Sebagai alternatif, pengunjung bisa meluncur ke kawasan Waduk Cengklik, Kecamatan Ngemplak, untuk menikmati olahan ikan air tawar segar seperti nila bakar, lele goreng, atau sambal belut di warung-warung makan apung.
Sore (14.00 - 17.00)
Rekreasi Estetik dan Ruang Terbuka Untuk menurunkan penat, Cepogo Cheese Park kelolaan Cimory Group menawarkan interaksi dengan hewan, taman bunga, dan produk olahan keju dalam balutan udara sejuk. Tiket masuk berkisar Rp30.000 pada hari kerja sampai Rp40.000 saat akhir pekan. Jika mencari ruang publik ikonik, Alun-Alun Lor (Monumen Tiga Menara) di Kragilan menyajikan kemegahan replika Menara Eiffel, Menara Pisa, dan Patung Liberty.
Senja (16.30 - 19.00)
Berburu Siluet Matahari Terbenam Saksikan keindahan sunset dari dua titik populer. Waduk Cengklik menawarkan siluet senja menawan berlatar belakang Gunung Merapi. Sementara itu, Kebun Raya Indrokilo di Desa Kemiri menghadirkan konsep taman botani modern dengan ikon Gerbang Pasingsingan dan Bahtera Nabi Nuh, sangat cocok untuk disusuri menggunakan sepeda atau berjalan kaki.
Malam (19.00 - Selesai)
Makan Malam Syahdu di Pusat Kota Tutup perjalanan panjang ini dengan bersantai di area Simpang Lima Boyolali yang terkenal dengan patung sapi perah raksasa. Kawasan ini dipenuhi wedangan malam dan penjaja kuliner yang siap menghangatkan perut.
