Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang memasang portal katrol di jalur maut kawasan Silayur, Ngaliyan. Upaya itu dilakukan untuk memperketat operasional truk atau kendaraan berat agar kecelakaan tidak kembali terjadi di kawasan tersebut.
Jalur Maut Silayur Semarang Dipasang Portal Katrol, Truk Diperketat

1. Pukul 06.00-22.59 WIB truk dilarang melintas
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang memasang portal katrol pembatas kendaraan berat. Pemasangan dilakukan pada Minggu (26/4/2026) pukul 20.00 WIB di ujung Jalan Moch. Ichsan, Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan.
Portal pembatas truk besar ini menggunakan sistem katrol. Pada pukul 06.00-22.59 WIB, saat truk bertonase besar dilarang melintas ke kawasan Silayur, portal diturunkan hingga ketinggian 3,4 meter.
Sebaliknya, pada pukul 23.00-05.00 WIB, portal akan dinaikkan hingga 4,2 meter sehingga truk bertonase besar atau sumbu tiga dapat masuk ke kawasan Silayur yang selama ini dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan.
2. Tingkatkan keselamatan lalu lintas di Silayur
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, kebijakan ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemkot Semarang dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas di kawasan Silayur.
Pemasangan portal tersebut bertujuan untuk menghalau kendaraan bertonase besar yang kerap melanggar dan tetap melintas di Silayur di luar jam operasional. Dua kecelakaan yang terjadi sepanjang bulan ini menjadi perhatian serius Pemkot Semarang.
"Maka itu, kami ingin menekan angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat di Jalan Prof Hamka atau seringnya terjadi di turunan Silayur," katanya, Selasa (28/4/2026).
3. Pasang portal tambahan di Simpang Jrakah
Ia juga menyampaikan bahwa pemasangan portal tidak berhenti di satu titik. Secara bertahap, melalui Dishub pihaknya akan memperluas pengendalian dengan memasang portal tambahan di Simpang Jrakah guna mengantisipasi kendaraan dari arah Kota Semarang.
"Yang di Jrakah (pemasangan portal) nanti menyusul dalam waktu dekat, paling tidak sementara ini kendaraan yang arah turun bisa ditekan," jelasnya.
Selain itu, Pemkot Semarang juga menyiapkan pembangunan pos pengawasan permanen agar pengendalian lalu lintas dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Dengan penerapan sistem ini, Agustina berharap risiko kecelakaan di kawasan Silayur dapat ditekan secara signifikan sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan.